8 Jawaban Seputar Filsafat Ilmu

fil1Jelaskan manfaat mempelajari filsafat dan filsafat ilmu ?

Jawab:

Manfaat dari mempelajari filsafat adalah kita akan tahu tujuan dari setiap kegiatan, tujuan/maksud sesuatu diciptakan/dibuat sedangkan manfaat mempelajari filsafat ilmu adalah kita akan tahu tujuan/maksud ilmu itu diciptakan/dibuat.

Jelaskan makna filsafat ilmu 

jawab:

Filsafat ilmu merupakan suatu bagian filsafat, yang mencoba berbuat bagi ilmu apa yang filsafat seumumnya melakukan pada seluruh pengalaman manusia. Filsafat melakukan dua macam hal : di satu pihak, ini membangun teori-teori tentang manusia dan alam semesta, dan menyajikannya sebagai landasan-landasan bagi keyakinan dan tindakan; di lain pihak, filsafat memeriksa secara kritis segala hal yang dapat disajikan sebagai suatu landasan bagi keyakinan atau tindakan, termasuk teori-teorinya sendiri, dengan harapan pada penghapusan ketakajegan dan kesalahan.

Berdasarkan pendapat di atas kita memperoleh gambaran bahwa filsafat ilmu merupakan telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, yang ditinjau dari segi ontologis, epistomologis maupun aksiologisnya. Dengan kata lain filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengakaji hakikat ilmu, seperti :
* Obyek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia yang membuahkan pengetahuan ? (Landasan ontologis)
* Bagaimana proses yang memungkinkan ditimbanya pengetahuan yang berupa ilmu? Bagaimana prosedurnya? Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar mendapatkan pengetahuan yang benar? Apakah kriterianya? Apa yang disebut kebenaran itu? Adakah kriterianya? Cara/teknik/sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkan pengetahuan yang berupa ilmu? (Landasan epistemologis)
* Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? Bagaimana penentuan obyek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan operasionalisasi metode ilmiah dengan norma-norma moral/profesional ? (Landasan aksiologis). (Jujun S. Suriasumantri, 1982)

Filsafat dapat memberikan pencerahan dalam berfikir, benarkah pernyataan tersebut, jelaskan ?

jawab:

Iya , Karena dengan filsafat seseorang akan menggunakan akal fikirannya untuk mencari tahu apa yang sedang dicarinya oleh akalnya sehingga apa yang ia fikirkan akan mendapat sesuatu sesuai yang diharapkan oleh akan fikirnya sehingga ia akan mendapatkan kepuasan yang dirasakannya jika apa yang fikirkan berhasil ia pecahkan.

llmu mempunyai tiga aspek yaitu : ontologis, epitemologis, dan aksiologis. Coba anda jelaskan dan beri contoh masing-masing aspek !

jawab:

Ontologi. Objek yang menjadi kajian dalam ontologi tersebut adalah realitas yang ada. Dan dalam ontologi adalah studi tentang yang ada yang universal, dengan mencari pemikiran semesta universal. Ontologi berusaha mencari inti yang termuat dalam setiap keyataan atau menjelaskan yang ada dalam setiap bentuknya.dalam ontologi merupakan studi yang terdalam dari setiap hakekat kenyataan, seperti dapatkah manusia sunguh-sungguh memilih, apakah ada Tuhan, apakah nyata dalam hakekat material ataukah spiritual, apak jiwa sungguh dapat dibedakan dengan badan

Epistemologi. Epistemologi studi tentang asal usul hakekat dan jangkauan pengetahuan. Apakah pengalaman merupakan satu-satunya sumber pengetahuan. Apakah yang menyebabkan suatu keyakinan benar dan yang lain salah. Adakah soal-soal penting yang tidak dapat dijawab dengan sains dan dapatkah kita mengetahui pikiran dan perasaan orang lain. Pengkajian dari epistemologi adalah hakekat pengetahuan yang terdiri empat pokok persoalan pengetahuan seperti keabsahan, struktur, batas dan sumber

Aksiologis: adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan nilai seperti etika, estetika, atau agama. Litle John menyebutkan bahwa aksiologis, merupakan bidang kajian filosofis yang membahas value (nilai-nilai) Litle John mengistilahkan kajian menelusuri tiga asumsi dasar teori ini adalah dengan nama metatori. Metatori adalah bahan spesifik pelbagai teori seperti tentang apa yang diobservasi, bagaimana observasi dilakukan dan apa bentuk teorinya. ”Metatori adalah teori tentang teori” pelbagai kajian metatori yang berkembang sejak 1970 –an mengajukan berbagai metode dan teori, berdasarkan perkembangan paradigma sosial. Membahas hal-hal seperti bagaimana sebuah knowledge itu (epistemologi) berkembang. Sampai sejauh manakah eksistensinya (ontologi) perkembangannya dan bagaimanakah kegunaan nilai-nilainya (aksiologis) bagi kehidupan sosial

Ilmu berkembang atas perpaduan antara pemikiran rasional (deduktif) dan pengamatan empiris (induktif). Jelaskan maksudnya dan beri contoh!

jawab:

Pemikiran rasional (deduktif) adalah berfikir dari umum kekhusus atau dari aturan yang kita terapkan kediri kita sendiri.

Contoh :

  • Kalau mau buang air kecil kita ke WC, dan ada tulisan untuk laki-laki juga ada yang untuk wanita. Seandainya ada seorang laki-laki mau buang air kecil dan dia masuk ke WC wanita berarti dia tidak berpikir deduktif.
  • Ada seorang anak naik bis tertera tulisan jauh dekat Rp. 3000,;- Artinya anak tersebut harus menyediakan uang Rp. 3000,-. Kalau dia masih bertanya, berapa ? berarti anak itu tidak berfikir deduktif.

Pengamatan empiris (induktif) adalah membuat suatu kesimpulan dari khusus ke umum. Membuat suatu kesimpulan umum berdasarkan pengamatan termasuk pengalaman kita.

Contoh:

  • Kita naik bis kota, ada yang turun di cinde bayar ongkos Rp.3000,-  ada yang turun di Simpang Sekip bayar Rp. 3000,- ada yang turun di Mesji Agung juga bayar Rp.  3000,- Kesimpulannnya jauh atau dekat onkosnya Rp. 3000-

Ilmu bersifat relatif dan tentatif. Maksudnya? Jelaskan dan beri contoh!

jawab:

Ilmu bersifat relatif maksudnya tidak mutlak atau bisa berubah sesuai dengan perkembangan ilmu

contoh : Atom berdasarkan teori Dalton, Atom adalah partikel yang paling kecil tetapi kenyataannya ada yang lebih kecil dari atom yaitu neutron atau proton, maka gugurlah teori Dalton. Dulu pusat alam semesta adalah bumi, matahari mengelilingi bumi (geosentris). Setelah ditemukannya teropong (tekhnologi) ternyata sebaliknya (Heliosentris) maka gugurlah teori geosentris

Ilmu bersifat tentatif maksudnya tetap dipertahankan sampai ada yang membantahnya atau ditemukannya ilmu yang baru.

Contoh : Berdasarkan teori  heliosentris bumi mengelilingi matahari. Sampai sekarang belum ada teori yang membantah teori tersebut.

Apakah ilmu itu bersifat netral atau tidak !

Jawab:

Ilmu bersifat netral pada ontologi dan epistemologi. Sedangkan ilmu bersifat tidak netral pada aksiologi. Karena pada saat ilmu itu diciptakan dengan tujuan yang baik bagi manusia untuk melangsungkan kehidupannya tetapi penggunaannya tidak sesuai dengan norma-norma yang ada (Estetika dan etika).

Contoh 

Senjata nuklir diciptakan dengan tujuan yang baik, kenyataannya ada yang menyalahgunakan nuklir itu sehingga merugikan manusia.

Penemuan bom atom yang merupakan kemajuan ilmu pengetahuan malahan merugikan manusia.

Formalin biasanya digunakan untuk mengawetkan mayat, pada kenyataannya Formalin digunakan dalam pembuatan  tahu dan bakso yang jelas merugikan kesehatan manusia.

Apakah ada perbedaan berfikir biasa, berfikir ilmiah, dan berfikir filsafat, jelaskan?

Jawab:

a. Berfikir Biasa adalah berfikir dengan menggunakan akalnya secara sederhana untuk memperoleh pengetahuan terutama dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan, sehingga manusia dapat mempertahankan hidupnya.
b. Berfikir Filsafat adalah berfikir dengan cara bertanya dan seperti simbu tanda Tanya . juga harus mengacu pada kaidah-kaidah tertentu secara disiplin dan mendalam sehingga setiap masalah/subtansi mendapat pencermatan yang mendalam untuk mencapai kebenaran jawaban dengan cara yang benar sebagai manifestasi kencintaan pada kebenaran.

*dari berbagai sumber

About these ads

Posted on 10/11/2009, in Education. Bookmark the permalink. 10 Comments.

  1. neneng rohayati

    thank’s bang fajar

  2. iskandar patue

    k’ mau nanya.
    perkembangan moral mulai dari zaman pra yunani kuno, yunani kuno, renaissance, zaman pertengahan, zaman modern dan zaman kontemporer???
    bagaiman k’, bantu aku ya,,….

    • harus dilihat dulu dari studi kasusnya..dalam filsafat ilmu yang lebih ditekankan adalah perubahan paradigma keilmuan…seperti berubahnya secara drastis pandangan plato dengan descart lalu beralih dengan pemikiran einstein yang melengkapi teori newtonia. jika yang dimaksud adalah moral dalam artian sebuah kebaikan atau nilai2 kebajikan sepertinya semua zaman mengalami evolusi tersebut. harus cek buku2 sejarah ya he3x

  3. makasih, bwt jwb tugas bk blitar, unp kediri

  4. JEVON JERMIA HALIRMURI

    Ka mau tanya..
    Kalau pohon yang sudah ditebang ranting-rantingnya, apakah itu masih disebut pohon? Mengapa ? jelaskan!

  5. keyeeennn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: