5 pertanyaan seputar pengukuran dalam pendidikan

Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering muncul bagi seorang evaluator dalam melakukan pengukuran dalam pendidikan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita

1. Jelaskan perbedaan antara evaluasi , pengukuran dan penilaian

evaluasi adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai, kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran.

pengukuran adalah merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Dalam dunia pendidikan, yang dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses pengumpulan data melalui pengamatan empiris.

sedangkan penilaian adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar.

2. Jelaskan perbedaan jenis instrument tes dan non test serta beri contoh masing2

Secara garis lebih rinci perbedaan antara instrument pengukuran data (nontest) dengan instrument pengukuran (test) dapat dilihat sebagai berikut:

INSTRUMEN TES (Bersifat mengukur)

  1. bersifat mengukur
  2. ada hasil pengukuran berbentuk data angka ordinal, interval atau rasio
  3. perlu standardisasi instrument (pengujian validitas empiris, reliabilitas, analisis butir soal)digunakan dalam penelitian kuantitatif: eksperimental, korelasional, komparatif.
  4. Instrument yang bersifat mengukur secara umum dapat dibedakan dalam dua macam, yaitu: tes dan skala.

INSTRUMEN NON TES (bersifat menghimpun)

1. bersifat menghimpun

2. ada hasil penghimpunan berupa data naratif atau data angka nominal

3. tidak perlu standarisasi instrument, cukup dengan validitas isi dan konstruk ,digunakan dalam penelitian kualitatif, kuantitatif: deskriptif, survey, expost, facto, penelitian tindakan

3. Dalam pengembangan instrumen kita mengenal  empat jenis skala, jelaskan keempat jenis skala tersebut dan beri contoh aplikasinya dalam pengukuran pendidikan

ada 4 skala pengukuran yang kita ketahui  yaitu :

1. NOMINAL
Skala nominal adalah pengelompokan atau kategorisasi atau identifikasi kejadian atau fenomena ke dalam kelas-kelas atau kategori sehingga yang masuk dalam satu kelas atau kategori adalah sama dalam hal atribut atau sifat. Kelas atau kategori tersebut hanya nama untuk membedakan suatu kejadian atau peristiwa dengan kejadian atau peristiwa lain. Perbedaan angka hanya menunjukan adanya obyek atau subyek yang terpisah dan tidak sama. Skala nominal akan menghasilkan data diskrit.Contoh: Pria = 1, Wanita = 0, nomor punggung pemain sepak bola. Contoh lain:

Contoh lain:

Data Kode (a) Kode (b)
Yuni 1 4
Desi 2 2
Ika 3 3
Astuti 4 1

Keterangan: Kode 1 sampai dengan 4 (a) semata-mata hanyalah untuk memberi tanda saja, dan tidak dapat dipergunakan sebagai perbandingan antara satu data dengan data yang lain. Kode tersebut dapat saling ditukarkan sesuai dengan keinginan peneliti (menjadi alternatif b) tanpa mempengaruhi apa pun.

2.ORDINAL

Suatu hasil pengukuran disebut berada pada level ordinal kalau angkanya berfungsi menunjukkan adanya pen-jenjangan atau rangking. Perbedaan angka yang dimiliki obyek yang satu dari yang lain tidak menunjukkan adanya perbedaan kuantitatif melainkan perbedaan jenjang kualitatif saja. Bila terdapat jenjang 1, 2, 3 maka kita tidak dapat mengatakan bahwa jarak 3-2 sama dengan 2-1, tetapi hanya berlaku bahwa 3>2, atau 2>1, atau 3>1. Jarak jenjang antara dua angka berurutan tidak selalu sama. Contoh: pemberian nomor pemenang pada kejuruan tinju, pemberian nomor pada jenjang keharuman bunga.

Contoh lain :

Data Skala Kecantikan (a) Skala Kecantikan (b)
Yuni 4 10
Desi 3 6
Ika 2 5
Astuti 1 1

Skala kecantikan (a) di atas menunjukkan bahwa Yuni paling cantik (dengan skor tertinggi 4), dan Astuti yang paling tidak cantik dengan skor terendah (1). Akan tetapi, tidak dapat dikatakan bahwa Yuni adalah 4 kali lebih cantik dari pada Astuti. Skor yang lebih tinggi hanya menunjukkan skala pengukuran yang lebih tinggi, tetapi tidak dapat menunjukkan kelipatan. Selain itu, selisih kecantikan antara Yuni dan Desi tidak sama dengan selisih kecantikan antara Desi dan Ika meskipun keduanya mempunyai selisih yang sama (1). Skala kecantikan pada (a) dapat diganti dengan skala kecantikan (b) tanpa mempengaruhi hasil penelitian.

Skala nominal dan skala ordinal biasanya mempergunakan analisis statistik non parametrik, contoh: Korelasi Kendall, Korelasi Rank Spearman, Chi Square dan lain-lain.

3.INTERVAL

Hasil ukur berskala interval adalah hasil pengukuran ordinal yang memiliki jarak antarjenjang yang tetap (selalu sama). Jadi dalam deretan 2, 3, 4, 5, 6, 7 maka kita dapat mengatakan bahwa jarak 5-3 sama dengan jarak 7-5 atau 6-4. Skala ini tidak memiliki harga nol mutlak sehingga kita tidak dapat mengatakan bahwa 6 adalah 2 x 3. Perbedaan angka pada level interval sudah mempunyai perbedaan kuantitatif dan kualitatif. Data pada level interval ini boleh dikenai opersi (+) dan (-). Contoh: angka-angka pada pengukuran suhu termometer.

Contoh lain:

Data Nilai Mata Kuliah (a) Skor Nilai Mata Kuliah (b)
Yuni A 4
Desi B 3
Ika C 2
Astuti D 1

Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai A setara dengan 4, B setara dengan 3, C setara dengan 2 dan D setara dengan 1. Selisih antara nilai A dan B adalah sama dengan selisih antara B dan C dan juga sama persis dengan selisih antara nilai C dan D. Akan tetapi, tidak boleh dikatakan bahwa Yuni adalah empat kali lebih pintar dibandingkan Astuti, atau Ika dua kali lebih pintas dari pada Astuti. Meskipun selisihnya sama, tetapi tidak mempunyai nilai nol mutlak.

4. RASIO

Level rasio pada dasarnya adalah level interval yang memiliki harga nol mutlak, artinya harga nol pada skala ini memang menunjukkan bahwa atribut yang diukur sama sekali tidak ada pada obyek yang bersangkutan. Operasi-opersai (+), (-), (x), dan (:). Ukuran berat, panjang, volume merupakan contoh data level rasio.

Contoh lain:

Data Tinggi Badan Berat badan
Yuni 170 60
Desi 160 50
Ika 150 40
Astuti 140 30

Tabel di atas adalah menggunakan skala rasio, artinya setiap satuan pengukuran mempunyai satuan yang sama dan mampu mencerminkan kelipatan antara satu pengukuran dengan pengukuran yang lain. Sebagai contoh; Yuni mempunyai berat badan dua kali lipat berat Astuti, atau, Desi mempunyai tinggi 14,29% lebih tinggi dari pada Astuti.

4. Jelaskan pengertian dari istilah2 berikut:

Skor

Skor adalah penghargaan kuantitatif yang diberikan kepada subjek karena respon yang diberikan.

pemberian sekor:

– skor besar diberikan jika respon subjek mendukung konstrak yang hendak diukur

– skor kecil diberikan jika respon subjek kurang mendukung konstrak yang hendak diukur

Data

Data adalah informasi yang berupa angka tentang karakteristik (ciri-ciri khusus) suatu populasi.

Distribusi frekuensi

Distribusi frekuensi adalah pengelompokan data ke dalam beberapa kelas dan kemudian dihitung banyaknya pengamatan yang masuk ke dalam tiap kelas.

Mean

Mean dari sekumpulan data adalah jumlah seluruh data dibagi banyaknya data. Mean biasanya dilambangkan dengan Jika data terdiri atas n, yaitu x1, x2, x3, …xn

Modus

Data yang paling sering muncul disebut modus. Modus adalah data yang paling sering muncul atau frekuensinya paling tinggi. Pengertian lain adalah nilai data yang sering muncul (mempunyai frekuensi terbesar). Modus dapat ada ataupun tidak ada. Kalaupun ada dapat lebih dari satu.

Median

Median adalah nilai yang terletak di tengah dari data yang terurut. Jika banyak data ganjil, median adalah nilai paling tengah dari data yang sudah diurutkan. Jika banyak data genap, median adalah mean dari dua bilangan yang di tengah setelah data diurutkan. Median adalah nilai tengah setelah data terurut naik. Pengeritan lain adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan menurut besarnya. Dengan ketentuan: Jika banyak data ganjil, maka median adalah nilai tengah dari data yang telah diurutkan.

Contoh:
Diketahui data
7, 9, 8, 13, 12, 9, 6, 5         n = 8
Jawab :
Rata-rata5+6+7+8+9+9+12+13 = 8,625

Standar deviasi

Standar deviasi atau yang lebih dikenal dengan simpangan baku adalah akar kuadarat dari varian ( nilai – rata-rata nilai). Bilangan tersebut dipergunakan untuk mengetahui nilai ekstrim suatu data. Penggunaan standar deviasi biasa digunakan bersama nilai rata-

Koefisien korelasi

koefisien korelasi adalah alat pengukur hubungan dua variabel atau nilai yang menunjukkan kekuatan dan arah hubungan linier antara dua peubah acak  (random variable).

Kegunaan Koefisen Korelasi

a. menentukan hubungan dan besarnya hubungan antara 2 variabel

b. dapat digunakan untuk peramalan terhadap variabel lainnya

c. bisa digunakan sebagai penaksiran

Index kesukaran butir

Yang dimaksud index kesukaran butir ialah proporsi peserta tes menjawab benar terhadap butir.

Butir tes harus diketahui tingkat kesukarannya karena setiap pembuat tes perlu mengetahui apakah soal itu sukar, sedang atau mudah. Tingkat kesukaran tes adalah tentang seberapa mudah atau seberapa sukar sebuah butir tes itu bagi testee atau siswa terkait. Tingkat kesukaran itu dapat dilihat dengan jawaban siswa. Semakin sedikit jumlah siswa yang dapat menjawab soal itu dengan benar, berarti soal itu termasuk sukar. Dan sebaliknya semakin banyak siswa yang dapat menjawab soal itu dengan benar berarti itu mengindikasikan soal itu tidak sukar atau mudah. Butir tes yang baik adalah butir yang memiliki tingkat kesukaran yang sedang.

5. Beri penjelasan apa yang anda ketahui tentang uji validitas instrumen

Uji validitas instrument adalah suatu langkah pengujian yang dilakukan terhadap isi (content) dari suatu instumen, dengan tujuan untuk mengukur ketepatan instrumen yang digunakan dalam suatu penelitian.

Untuk melakukan uji validitas suatu instrumen dapat dilakukan dengan membanding nilai kelayakan ( r ) suatu instrumen dengan nilai r kritis yang ditetapkan (Sugiyono,2006), umumnya r kritis digunakan untuk mendefinisikan batas validitas suatuinstrumen, yang nilainya ditetapkan sebesar r = 0,3.

*diambil dari berbagai sumber.

mudah-mudahan bermanfaat bagi rekan2 semua

About these ads

Posted on 02/06/2010, in assessment, Education, evaluation. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: