Neurologi : Otak, Emosi dan tubuh

“The brain is the most complex organ in the body and one with the greatest capacity to re-invent itself.” – Professor Robert Winston

 

stressssNeurologi adalah cabang dari ilmu kedokteran yang menangani kelainan pada sistem saraf. Dokter yang mengkhususkan dirinya pada bidang neurologi disebut neurolog dan memiliki kemampuan untuk mendiagnosis, merawat, dan memanejemen pasien dan kelainan saraf. Kebanyakan para neurolog dilatih untuk menangani pasien dewasa. Untuk anak-anak dilakukan oleh neurolog pediatrik, yang merupakan cabang dari pediatri atau ilmu kesehatan anak. Di Indonesia, dokter dengan spesialisasi neurologi diberi gelar Sp.S. atau Spesialis Saraf.

 

Banyak hal bisa dapat kita pelajari dalam  ilmu cabang kedokteran ini apalagi bagi kita seorang pendidik. Dalam buku Staying young  karangan Rose Windale dijelaskan bahwa “dalam ujung sel kita ada telomere (bagian penting dalam kromosom) yang menjaga agar sel kita membelah dengan baik” dikatakannya pula telomere ini ibarat ujung tali sepatu yang kuat mengikat serat bahan dibelakangnya, telomere ini akan memendek kalau kita “stress” atau tekanan belebihan

Menurut WHO  tahun 1947 bahwa sehat dan sakit adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan social serta tidak hanya bebas dari penyakit dan kelemahan.sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbatas dari penyakit akan tetapi meliputi seluruh aspek ,kehidupan manusia yang meliputi aspk fisik social dan spiritual.

Menurut Woolfolk dan Richardson (1979) menyatakan bahwa adanya system kognitif ,apresiawa stress l menyebabkan segala peristiwa yang terjadi disekitar kita akan dihayati sebagai suatu stress berdasarkan arti atau interprestasi yang kita berikan terhadap peristiwa tersebut, dan bukan karena peristiwa itu sendiri.Karenanya dikatakan bahwa stress adalah suatu persepsi dari ancaman atau dari suatu bayangan akan adanya ketidaksenangan yang menggerakkan,menyiagakan atau mambuat aktif organisme.

Sebelumnya Selye (1936 ) telah menggambarkan bahwa strees adalah suatu sindrom biologic atau badaniah.Didalam eksperimennya, seekor tikus percobaan mengalami kedinginan pembedahan atau kerusakan sum-sum tulang belakang, akan memperlihatkan suatu sindroma yang khas.Gejala-gejala itu tidak tergantung pada jenis zat atau ruda yang menimbulkan kerusakan,sindroma ini lebih merupan perwujudan suatu keadaan yang dinamakan stress denagn gejala-gejala sistembilogik mahluk hidup itu. Selye menekankan bahwa stress terutama mewujudkan diri sebagai suatu reaksi badaniah yan dapat diamati dan diukur.Stres merupakan suatu reaksi penyusuaian diri,suatu sindroma penyusuaian umum terhadap rangsangan yang berbeda-beda.

Menurut Mason (1971 ) membantah konsep yang mengatakan bahwa stress hanyalah merupak badaniah saja. Ditunjukkkan nya bahwa daya adaptasi seseoarang itu tergantung pada faktor-faktor kejiwaan atau psikologiknya yang menyertai stresor. Stres bukanlah konsep faal saja, lebih banyak dilihat sebagai konsep perilaku, setiap reaksi organisme terhadap stresor memungkinkan sekali terlebih dahulu dimulai oleh kelainan perilaku dan kemudian mungkin baru terjadi akibat faal, kemudian Mason (1976 ) menunjukkan bahwa terdapat pola hormonal yang berbeda terhadap stresor fisik yang berbeda.

Pada penelitain Wolf dan Goodel ( 1968 ) bahwa individu-individu yang mengalami kesukaran dengan suatu sistem organ , cenderung akan bereaksi terhadap stresor dengan gejala dan keluhan dalam sistem organ yang sama.Kondisi sosial, perasaan dan kemampuan untuk menanggulangi masalah, ternyata mempengaruhi juga aspek yang berbeda- beda dari reaksi terhadap stres.

Para ilmuwan bertahun-tahun melakukan penelitian untuk melihat hal ini (gejala stress)  dan membenarkan penelitian sebelumnya bahwa ternyata otak dalam hal ini ada mempunyai sebuah bagian penting didalamnya yang mampu dan dapat mengendalikan stress

.Pembenaran dalam agama juga menguatkan bahwa kita dilarang beburuk sangka terhadap orang lain atau pun hal-hal diluar itu karena munculnya sikap negative dalam perasaan memaksa keluarnya cairan kimia negative dalam otak yang akhirnya membuat sel2 otak tidak bercabang dengan baik

Amygdala

Otak manusia memiliki dua amygdala yang ukurannya relatif lebih besar dibandingkan primata lainnya. Adapun neuroscientist yang pertama kali menemukan fungsi amygdala pada fungsi emosional dari otak manusia adalah Joseph LeDoux (Centre for Neural Science, New York University).

Amygdala merupakan bagian otak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan memori yang berkaitan dengan emosi. Pada individu yang amygdala-nya diambil untuk alasan medis, individu tersebut menjadi kurang tertarik pada individu lain.Walaupun ia masih dapat berkomunikasi dan menjalani berbagai tes kognitif, namun pengenalannya pada kerabat, teman bahkan ibunya menjadi sangat buruk. Ekspresinya untuk berbagai kondisi menjadi pasif. Pengenalannya pada kadar emosi dari suatu kejadian menjadi sangat minim. Kondisi ini disebut sebagai affective blindnness. Wajar saja jika individu ini tidak dapat menangis, karena untuk dapat menangis, amygdala perlu memicu struktur sekitarnya hingga dikeluarkan air mata.

Inilah mengapa kita dilarang berkata kasar kepada anak didik kita karena memori kata-kata kasar tersebut akan masuk tersimpan dalam bagian otak dan akan terjaga dalam waktu yang akan sangat lama. Sebagai contoh lain jika lama tidak bertemu dengan seseorang teman maka ketika kita akan bertemu lagi padasaat itu kita akan lebih mudah mengingat muka daripada nama seseorang tersebut.

Bahkan bagi seorang guru, dosen atau pendidik diharapkan lebih melibatkan emosi dalam pembelajarannya dengan tujuan untuk menyentuh memori amygdala tersebut.

Dalam penelitian David a bourne dijelaskan pula bahwa ada hubungan antara amygdala dan korteks dan dapat dihitung dengan angka-angka. Termasuk fakta bahwa anak-anak usia 12 tahun lebih mengalami perkembangan limbic area (amygdala), sedangkan kortek area atau frontal lobes akan mengalami peningkatan pada usia sekitar 24 tahun, sehingga kesimpulannya bahwa limbic area (amygdale) mengalami pematangan lebih dahulu ketimbang korteks area. Kisah para criminal yang berujung dipenjara lebih banyak diakibatkan kejadian masa kecil sang oknum yang tidak bisa dilupakan sehingga memicu tindakan criminal di saat dewasanya contoh kasus seperti Sybil, Robot Gedek, Ryan, dll

Dalam penelitian Caroline leaf penulis buku Who Switched Off My Brain menjelaskan bahwa orang yang berfikir baik akan mengalami peningkatan dendrite (penghubungkan masing-masing neuron ) dalam otak lebih banyak dan teratur, sedangkan otak yang berfikir negative akan merusak sel-sel otak menjadi rusak (berlubang besar). Kerusakan ini bukan hanya disebabkan oleh factor internal (stress itu sendiri) tapi juga factor eksternal seperti mendengar ucapan yang kasar dan orang lain serta pengaruh negative keluarga dan lingkungannya.

 

Dalam pendidikan kita kadang orang tua dan guru justru menjadi perusak sel otak anak didiknya sendiri dikarenakan tekanan-tekanan yang berlebihan, bahkan lebih ekstrim lagi kesehatan mental anak sangat bergantung pada masa kecil mereka untuk menuju kedewasan artinya mengurangi tekanan (stress) pada anak akan menjadikan anak menuju kedewasaan yang lebih baik, misalnya suka memarahi anak jika matematik jelek atau raport yang merah.

Latihan bagi otak

Dalam bukunya Dr Kawashima dengan judul Brain Training: How Old Is Your Brain?  Hasil penelitian 20 tahunnya itu Kawashima mengajarkan kepada kita pentingnya melatih otak kita agar menjadi lebih sehat dengan sel-sel otak yang paripurna

Ada beberapa hal penting yang beliau jelaskan dalam buku tersebut yaitu:

  1. Jangan lakukan hal yang sama pada waktu yang lama . Dalam hal ini dicontohkan jangan melakukan sebuah permainan dalam waktu yang sama dalam waktu yang lama
  2. Melatih perhitungan mudah, disini semua kerja otak berjalan sempurna
  3. Hitung mudah tapi santai , pada bagian ini kerja otak semakin sedikit yang bekerja
  4. Melatih perhitungan sulit, kerja otak semakin sedikit yang bekerja disbanding perhitungan yang diatas
  5. Jangan terlalu lama menonoton TV , dikarenakan hanya sedikit bagian otak yang bekerja khususnya bagian otak spasial
  6. Melatih membaca dengan suara dan tanpa suara, pada latihan membaca dengan suara kerja otak lebih aktif ketimbang sebaliknya

Intinya melatih bagian otak penting bagi kesehatan otak itu sendiri, otak kanan yang lebih banyak aspek emosi ketimbang otak bagian kiri

Diakhir tulisan ini Daniel HPink penulis buku  A Whole New Mind mempertegas akan pentingnya managemen stress dan pengelolaan otak kita agar menjadi lebih baik

“Dari zaman agriculture ke zaman konsepsual bahwa bukan hanya keseriusan tapi juga  bermain sangatlah penting (tertawa, bercana, main game penghilang stress) karena terlalu serius akan berakibat buruk dalam kehidupan “ ujarnya

Dari berbagai sumber

Posted on 05/10/2009, in Education. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. desi herawaty

    gile…ini hebat banget, sgt mempermudah kita dalm mengerjakan tugas…
    thanks bang Fajar smoga sukses slalu…
    Keep kompak ya….. bravo PEP 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: