Assessment Centre bagi siswa …

Memasuki jaman yang semakin berubah perkembangan assessment menuju pada siklus dimana sebuah penilaian harus mampu mencetak sumber daya manusia yang baik dan handal, serta menjadikan assessment adaah penentu kebijakan yang dapat  dipertanggungjawabkan.

Adalah Assessment centre sebuah penilaian yang dirintis oleh Douglas W. Bray pada tahun 1965 sebagai bagian riset dalam karier manjemen dengan nama ‘Management Progress Study’. Pada awalnya Assessment centre digunakan dalam perang dunia II sebagai seleksi tentara Amerika yang akan turun ke medan perang, pada era-era selanjutnya Assessment centre banyak digunakan pada lingkungan bisnis , agen rahasia kepolisian dan kependidikan baik sekolah atupun sekolah tinggi.

Tujuan Assessment centre dalam bidang bisnis adalah untuk :

  1. Mengidentifikasi orang yang cocok untuk suatu jenis dan tingkat pekerjaan;
  2. Menentukan kebutuhan pelatihan dan pengembangan; dan
  3. Mencari orang yang akan dipromosikan pada jabatan atau pekerjaan tertentu ;

Sedangkan dalam lingkungan sekolah Assessment center sendiri dimaksudkan untuk memperoleh informasi profil kompetensi setiap anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa, dalam rangka optimalisasi pengembangan kompetensi yang bersangkutan, bisa disimpulkan bahwa Assessment center adalah sebuah alat seleksi siswa berbakat yang akan di dilakukan upgrade selanjutnya, apakah siswa tersebut di sertakan dalam kompetisi-kompetesi atau hanya sekedar  menjaring siswa-siswa yang cerdas dan berbakat untuk masuk dalam lingkungan sekolah / perguruan tinggi tertentu.

Proses Assessment center mempunyai berbagai ragam bentuk tes dan instrument dan tidak hanya mengandalkan pada satu rangkaian (battery) yang bersifat konvensional seperti interviuw, psikotes, atau tes bakat, tetapi juga merupakan suatu sistem yang terintegrasi untuk bertujuan identifikasi dan pengembangan.

Contoh tes yang digunakan dalam Assessment centre bagi siswa berbakat adalah :

  1. Interviuw, dengan pertanyaan-pertanyaan yang terstruktur atau tidak terstruktur;
  2. Portofolio, kumpulan hasil kerja siswa seperti rekaman, foto, risalah, log book;
  3. Proyek/produk, penugasan proyek dan produk dengan batasan waktu dan sumber daya;
  4. Demonstrasi/presentasi, siswa menunjukkan kinerja melalui demonstrasi atau presentasi;
  5. Observasi informal, penilai mengamati langsung kinerja siswa di lokasi;
  6. Self assessment, siswa menggunakan standar pertanyaan dalam sumber belajar untuk menilai diri sendiri;
  7. Computer assessment, penilaian diri melalui program komputer;
  8. Checklists, penilai memeriksa apa yang dikerjakan atau dibuat oleh siswa;
  9. Paper and paper tests, siswa menjawab serangkaian pertanyaan,

10.  Individual/group works, siswa melakukan tugas kerja secara individual atau kelompok

Posted on 18/05/2010, in Education. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: