Bakrie Vs Gates … sebuah cermin perbedaan peradaban

Ternyata ada fenomena menarik jika kita telisik antara daftar orang terkaya di Indonesia dan daftar orang terkaya di Dunia. Sebuah paradox antara sebuah etos kerja antara dua paradigm yang saling bertolak belakang. Fenomena ini mampu meruntuhkan diskripsi ilmiah dan justifikasi social yang selama ini ada di penat bangsa Indonesia, bahwa orang kaya itu banyak berasal dari garis keturunan dan keberuntungan.

Dari daftar orang terkaya Indonesia menurut sebuah media tahun 2009

1. Aburizal Bakrie 5,4 miliar USD

2. Sukanto Tanoto 4,7 miliar USD

3. R. Budi Hartono 3,14 miliar USD

4. Michael Hartono 3,08 miliar USD

5. Eka Tjipta Widjaja 2,8 miliar USD

6. Putera Sampoerna 2,2 miliar USD

7. Martua Sitorus 2,1 miliar USD

8. Rachman Halim 1,6 miliar USD

9. Peter Sondakh 1,45 miliar USD

10. Eddy William Katuari 1,39 miliar USD

11. Anthoni Salim 1,3 miliar USD

Sedangkan

Berikut daftar 20 orang terkaya di dunia versi Forbes:

1. William Gates III: US$ 40 miliar
2. Warren Buffett: US$ 37 miliar
3. Carlos Slim Helú: US$ 35 miliar
4. Lawrence Ellison: US$ 22,5 miliar
5. Ingvar Kamprad: US$ 22 miliar
6. Karl Albrecht: US$ 21,5 miliar
7. Mukesh Ambani: US$ 19,5 miliar
8. Lakshmi Mittal: US$ 19,3 miliar
9. Theo Albrecht: US$ 18,8 miliar
10. Amancio Ortega: US$ 18,3 miliar
11. Jim Walton: US$ 17,8 miliar
12. Alice Walton: US$ 17,6 miliar
13. Christy Walton: US$ 17,6 miliar
14. S Robson Walton: US$ 17,6 miliar
15. Bernard Arnault: US$ 16,5 miliar
16. Li Ka-shing: US$ 16,2 miliar
17. Michael Bloomberg: US$ 16 miliar
18. Stefan Persson: US$ 14,5 miliar
19. Charles Koch: US$ 14 miliar
20. David Koch: US$ 14 miliar.

Ternyata terlihat perbedaan mencolok bahwa asal usul kekayaan orang Indonesia lebih dikarenakan SDA yang bersifat non hayati. Ini jelas berbeda secara jelas dengan orang-orang kaya luar negeri semacam bill gates dkk karena  asal usul kekayaan mereka justru bukan berasal dari SDA tetapi justu dari hasil kreatifitas, seperti membuat program computer dan kecanggihan teknologi. Lalu gejala apakah ini, apakah terlihat jelas bahwa bangsa kita sangat jauh tertinggal ?

Menjadi orang kaya ternyata hanya bisa mengandalkan sebanyak apa harta kita atau seberapa banyak lahan yang kita punya, pada kasus di Indonesia ternyata jasa “pencaloan” SDA sangat banyak dilakukan oleh sebagian orang yang kita anggap konglomerat..seperti calo emas freeport, calo minyak, calo CPO, calo haji..yang sebetulnya SDA itu adalah milik negara. sayangnya ada segelintir masayrajat kita yang menggunakan kebocoran yang paling sekian  persen ini menjadi mata pencaharian.

bandingkan dengan konglomerat dunia khusunya USA yang lebih banyak melakukan pemikiran kritis untuk menghasilkan karya , hasil karya inilah yang menjadi modal dasar dirinya untuk mendapatkan laba yang besar, Mark zukenburg, mungkin tidak pernah menyangka kalu facebooknya menjadi tambang dolar yang akan terus mengalir…bandingkan tambang minyak Indonesia yang lama kelamaan akan habis…inilah cermin dari dua peradaban yang berbeda…

Saya masih ingat ketika kemarin dosen saya Prof Yetti yang baru saja berkunjung ke Jepang  mengatakan ” Indonesia butuh 50 tahun lagi untuk meenyamai kehidupan Jepang…” huh!!!

Kami menunggu komen anda…

Posted on 19/05/2010, in Education, Jokes, Politic. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: