Sejarah Evaluasi Program

Bagaimanapun juga Evaluasi program menjadi menjadi salah satu bagian terpenting dalam hal menjalankan program, Ketidakhadirannya sebuah evaluasi program dalam pendidikan menjadikan terjadinya karatisasi program itu sendiri, Bagi pendidik ataupun kepala pemangku kebijakan jangan takut dengan terjadinya pengkritisan evaluasi program karena pada intinya semua ini dilakukan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik dan bermutu.

Sejarah Evaluasi Program

Sebetulnya praktik mengevaluasi kinerja individu telah ada sejak 2000 tahun SM (Sebelum Masehi) (Worthen & Sanders, 1987), yakni:

  • ketika pejabat Cina melaksanakan ujian pegawai dan mengukur profesionalitas pejabat publik.
  •  Guru bangsa Yunani, termasuk Socrates, menguji secara verbal sebagai bagian dari proses belajar.
  • Tahun 1845, Boston School Committe telah melaksanakan survey dalam skala luas dengan menggunakan test cetakan untuk melakukan assesmen pada prestasi sekolah.
  • Kemudian pada antara tahun 1895 – 1905, Joseph Rice mengorganisasi program assesmen prestasi sekolah di seluruh Amerika.
  • Awal tahun 1990, E. L. Thorndike mulai mengembangkan testing/pengukuran pada bidang pendidikan.
  • Dan mulai tahun 1918, gerakan untuk melakukan test telah berkembang, baik secara individu maupun kelompok untuk digunakan dalam banyak keputusan pendidikan dan psikologi.
  • Tahun 1965, para pendidik belum siap untuk merespon secara efektif untuk melaksanakan mandat evaluasi baru itu.  Beberapa sekolah ada yang mempunyai ahli dalam bidang evaluasi, sebagian dari sekolah tersebut melepas guru-guru terbaiknya dari tugas mengajar di muka kelas dan mendorong untuk menjadi evaluator.
  •  Mulai tahun 1967, beberapa pengamat mulai memikirkan bagaimana seharusnya melakukan evaluasi pendidikan.  Usaha itu menghasilkan model-model evaluasi.
  • Tahun 1970-an, di Amerika mulai muncul asosiasi profesi untuk evaluator.  Dan pada tahun 1975, Phi Delta Kappa International mengumpulkan dana untuk membuat jaringan evaluasi (The Evaluation Network) suatu asosiasi profesi interdisipliner para evaluator.  Evaluator profesional menjadi alternatif karir yang dapat hidup dalam dunia akademisi.

Orang yang berhak dalam melaksanakan evaluasi program disebut Evaluator jadi Evaluator adalah suatu profesi yang mempunyai sifat-sifat seperti profesi lain, tetapi berbeda dari spesialisasi akademis murni seperti psikolog atau sosiolog, sekalipun mereka mempunyai akar akademis (Shadish, Cook & Leviton, 1991).

Definisi

Untuk memahami evaluasi perlu mengenal definisinya.  Ternyata banyak definisi evaluasi ditemukan, sesuai dengan pendekatan atau model evaluasi yang dilaksanakan oleh para ahli.

Menurut Ralph Tyler evaluasi adalah suatu proses menentuan apakah tujuan pendidikan telah terealisasi.

Lain dengan Lee Cronbach, evaluasi adalah menyiapkan informasi untuk membuat keputusan.

Sedangkan menurut Joint Committee, evaluasi adalah investigasi sistematis untuk menentukan keberhargaan atau kegunaan suatu objek.

Kemudian secara umum disepakati bahwa evaluasi adalah investigasi sistematis dari berbagai aspek pada program pengembangan profesional untuk menilai keberhargaannya atau kemanfaatannya (Brinkerhoff, Brethower, Hluchyj, & Nowakowski, 1983).

Fungsi Evaluasi

Terdapat dua perbedaan evaluasi, yakni evaluasi formatif dan evaluasi summatif.

Evaluasi formatif dilaksanakan pada saat program sedang berjalan, informasi yang diperoleh dimaksudkan untuk memperbaiki dan mengembangkan program.

Evaluasi summatif dilaksanakan pada akhir program, bertujuan untuk memberikan keputusan tentang keberhargaan atau kemanfaatkan program itu, di samping dipergunakan untuk pertanggungjawaban dan sertifikasi. Keputusan evaluasi summatif juga mengarah pada apakah program diteruskan atau dihentikan.

Di samping kedua fungsi itu ada fungsi ketiga yakni fungsi psikologi atau sosio-politis.  Fungsi ini bukan untuk perbaikan atau petanggungjawaban, tetapi untuk meningkatkan kesadaran terhadap aktivitas khusus, serta meningkatkan hubungan kemasyarakatan.

Berkaitan dengan fungsi evaluasi tidak ada istilah benar atau salah, untuk ini suatu evaluasi dapat berfungsi lebih dari satu fungsi, misalnya suatu evaluasi berfungsi menyiapkan informasi untuk perbaikan program, tetapi juga sekaligus untuk pertanggung-jawaban program.

 

Evaluator

Pelaksanaan evaluasi dilakukan oleh evaluator. Terdapat evaluator internal dan evaluator eksternal.

Evaluator internal adalah staff dari instansi di mana programnya menjadi objek evaluasi, dan mendapat laporan langsung tentang pengelolaan dan hasil evaluasi.  Biasanya evaluator internal lebih memahami objek yang akan dievaluasi dibanding evaluator eksternal.

Evaluator eksternal adalah individu yang bukan staff dari instansi/program yang dievaluasi.  Keuntungan menggunakan evaluasi eksternal di dalam evaluasi summatif, adalah

(1)  tidak mewarnai dengan vested interest dalam kegagalan atau kesuksesan pada program yang dievaluasi,

(2)  biasanya lebih dapat dipercaya, khususnya program yang kontroversi,

(3)  memungkinkan mengambil evaluator lain dari luar program; evaluator eksternal lebih fleksibel dan tidak perlu meneruskan komitmen keuangan seterusnya (dibayar sesuai dengan fungsinya),

(4)  evaluator eksternal membawa perspektif baru dan segar,

(5)  kadang-kadang pribadi yang berhubungan dengan program lebih terbuka untuk menyampaikan informasi yang sensitive kepada pihak luar (evaluator eksternal).

Kerugiannya dengan evaluasi eksternal

(1)  kompetensi evaluator eksternal seringkali kurang diyakini oleh pengelola program,

(2)  kurang memahami phenomena dari program yang dievaluasi, baik konteks, fakta yang relevan, dan waktu yang tepat untuk pengumpulan informasi,

(3)  memerlukan waktu untuk negosiasi, sehingga sering pekerjaan terlambat dimulai,

(4)  memerlukan biaya lebih banyak (Owen, 1992).

Untuk menjadi evaluator yang kompeten dan terpercaya, harus mempunyai kompetensi antara lain bidang pengukuran dan metodologi penelitian, memahami konteks sosial dan materi yang menjadi objek evaluasi, mempunyai keterampilan dalam hubungan kemanusiaan, mempunyai integritas pribadi, objektif dalam hubungannya dengan kewenangan dan tanggung jawab organisasi.

Evaluasi dapat dilaksanakan oleh evaluator internal atau eksternal, evaluator profesional atau amateur, individu atau tim, tetapi harus memiliki semua kualifikasi tersebut.  Pada umumnya sulit menemukan individu yang memiliki semua kualifikasi di atas, untuk itu biasanya evaluasi dilaksanakan oleh tim terdiri atas orang-orang yang memiliki gabungan semua kualifikasi tersebut (Brinkerhoff, Brethower, Hluchyj, & Nowakowski, 1983).

 

Persyaratan ahli dalam metodologi penelitian bagi evaluator, dapat dilihat dari tahap-tahap dalam melaksanakan evaluasi program pendidikan. Tahap melaksanakan evaluasi dimulai dengan

(1)  menentukan fokus evaluasi,

(2)  membuat desain evaluasi,

(3)  mengumpulkan informasi,

(4)  menganalisis dan menginterpretasikan informasi,

(5)  melaporkan informasi, dan

(6)  mengelola informasi.  Apabila diperlukan dilanjutkan dengan melakukan meta evaluasi.

Memperhatikan kegiatan dalam melaksanakan evaluasi, mencakup membuat desain, mengumpulkan informasi/data, dan menganalisis informasi adalah bagian dari metodologi penelitian.   Itulah maka persyaratan utama seorang evaluator adalah kompeten dalam metodologi penelitian, di samping persyaratan yang lain.

Posted on 31/10/2011, in assessment, Education, evaluation and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. hariyo priyambodo

    Salam kenal bang, saya dari mahasiswa S2 MTS UMS. Saya tertarik dengan artikel abang mengenai Sejarah Evaluasi Program. Kalo boleh tahu apakah ada bukunya dan kalo ada judulnya apa, dimana saya bisa mendapatkannya.
    Terima kasih.

    • oh UMS..ya..waduh saya dulu juga tinggal di solo…untuk buku sejaah evaluasi tidak ada tapi dikutip dari bukunya Worthen & Sanders,

  2. Salam kenal Pak, saya mahasiswa S1 FIP UNJ. Kebetulan saya sedang mencari buku mengenai evaluasi program karangan Worthen & Sanders tersebut, misalnya yang ditulis bersama Fitzpatrick yang berjudul Program Evaluation: Alternative Approaches and Practical Guidelines (3rd Edition). kalau boleh tahu dimana saya bisa meminjam buku tersebut? mungkin rekomendasi perpustakaan untuk buku-buku dengan tema seperti itu.

    Terima kasih banyak Pak sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: