Guru memperindah kelas? itu kewajiban!!

Ini mungkin sifatnya sepele, ya menghias kelas atau memperindah kelas. Banyak sebagian guru-guru di negara bekas jajahan Belanda ini acuh tak acuh dengan kelasnya sendiri, guru (apalagi wali kelas) harusnya menganggap kelas yang dia tempati ibarat rumah keduanya setelah dirumah. Ini diharapkan agar siswa yang diajarkan harus dibuat dalam zona nyaman dalam proses pembelajaran, sehingga nantinya diharapkan terjadinya situasi kondusif dan hasil akhir yang positif.  Kawan-kawan artikel singkat ini akan menjelaskan secara teori bahwa memperindah kelas itu adalah hal yang tidak bisa dilepaskan sebagai tanggung jawab guru dalam proses pengajaran. So selamat menyimak …

Dalam teorinya, pembelajaran itu mempuyai sifat interaksi individual atau yang lebih dikenal dengan teori belajar konstruktivisme individual , teori ini dikembangkan oleh Piaget . Dan juga ini berdasarkan riset teori-teori belajar konstruktivisme sosial yang dikembangkan Vygotsky, dimana dalam proses pembelajaran ditekankan perlunya interaksi sosial.

Vygotsky sendiri menjelaskan Implikasi dari teori ini dalam pendidikan yaitu : (1) Dikehendaki setting kelas berbentuk pembelajaran kooperatif antar siswa, sehingga siswa dapat berinteraksi di sekitar tugas-tugas dan saling memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah afektif dalam zona of proximal development. (2) Dalam pengajaran ditekankan scaffolding sehingga siswa semakin lama semakin bertanggung jawab terhadap pembelajarannya sendiri.

Pembentukan situasi ini sangat dibutuhkan dalam menumbuhkembangan akomodasi siswa dalam lingkunganya seperti dalam teori Piaget. Seperti kita ketahui bahwa Piaget  membagi perkembangan ini ke dalam 4 periode yaitu :

1.  Periode Sensorik motor (0-2,0 tahun)

Pada periode ini tingkah laku anak bersifat motorik dan anak menggunakan system penginderaan untuk mengenal lingkungannya untu mengenal obyek.

2.  Periode Pra operasional (2,0-7,0 tahun)

Pada periode ini anak bisa melakukan sesuatu sebagai hasil meniru atau mengamati sesuatu model tingkah laku dan mampu melakukan simbolisasi.

3.  Periode konkret (7,0-11,0 tahun)

Pada periode ini anak sudah mampu menggunakan operasi. Pemikiran anak tidak lagi didominasi oleh persepsi, sebab anak mampu memecahkan masalah secara logis.

4.  Periode operasi formal (11,0-dewasa)

Periode operasi fomal merupakan tingkat puncak perkembangan struktur kognitif, anak remaja mampu berpikir logis untuk semua jenis masalah hipotesis, masalah verbal, dan ia dapat menggunakan penalaran ilmiah dan dapat menerima pandangan orang lain.

Piaget mengemukakan bahwa ada 4 aspek yang besar yang ada hubungnnya dengan perkembangan kognitif :

a. Pendewasaaan/kematangan, merupakan pengembanagn dari susunan syaraf.

b. Pengalaman fisis, anak harus mempunyai pengalaman dengan benda-benda dan stimulus-stimulus dalam lingkungan tempat ia beraksi terhadap benda-benda itu.

c. Interaksi sosial, adalah pertukaran ide antara individu dengan individu

d. Keseimbangan, adalah suatu system pengaturan sendiri yang bekerja untuk menyelesaikan peranan pendewasaan, penglaman fisis, dan interksi social

Pada point b dan c menjadi pijakan bahwa sudah seharusnya pengkondisian siswa adalah sangat fundamental bagi siswa yang dalam kesehariannya melakukan proses pembelajaran. Sehingga kewajiban guru untuk segera merespon kondisi ini dengan menciptakan lingkungan kognitif yang mendukung.

Teori Qantum Teaching

Dasar inilah menjadikan munculnya teori Quantum Teaching di era Bobbi De porter, yang pada akhirnya teori bertujuan membuat suasana pembelajaran lebih nyaman. Harus diingat,  bahwa belajar kini bukanlah lagi bersifat konservatif (transfer knowledge) tetapi juga dalam rangka menciptakan pembelajaran yang kondusif, inspiratif, menantang dan menyenangkan

Sebagai tambahan, Margaret A. Winzer seorang pendidik dan pakar edukasi menyatakan  bahwa bahwa penataan lingkungan kelas yang tepat berpengaruh terhadap tingkat keterlibatan dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran

Kawan-kawan semua, saya sering mendapat masukan bahwa setting kelaspun harus disesuaikan dengan kondisi dan tingkat umur peserta didik, ini sangatlah benar. Jadi tidak dibenarkan jika setting kelas siswa anak SMA disamakan dengan setting kelas TK, kadang banyak guru-guru yang terjebak dari tafsir “setting kelas ini” .

Menampilkan setting kelas yang inspiratif dan universal

Bagi guru kelas dilevel dasar, menengah dan atas harus mampu meramu setting kelas tepat dengan situasi , kondisi serta fokus pembelajaran tertentu,  janganlah terlalu melenceng pada tema setting kelas yang lain. Sebagai contoh, tidak mungkin menaruh poster-poster pemain bola di kelas padahal ada sebagian siswa perempuan yang tidak suka bola. Sifat-sifat universal inilah yang harus menjadi konsep bersama guru dalam rangka pencitraan setting kelas.

Saya juga sudah banyak melihat beberapa sekolah sudah menerapkan konsep ini, dan ini adalah hal yang sangat luar biasa, walaupun dibutuhkan dana yang cukup tetapi mengingat sebuah kebanggaan bagi siswa jika mempunyai kelas yang indah, maka uang bukan masalah, guru juga bisa menyikapi hal pendanaan ini melalui sumber-sumber keuangan swadaya.

Terakhir, kawan-kawan guru semua, penciptaan karya setting kelas ini memang sudah seharusnya menjadi kewajiban guru selain membuat RPP dll, teori-teori yang saya paparkan sebelumnya bisa menjadi sandaran kebijakan, kita sudah seharusnya membuang “sekat-sekat konservatif” dalam dunia pendidikan, bahwa kelas itu adalah ruangan kejam yang tidak ada gelak tawa sedikitpun, ruangan itu suram sesuram kondisi bangsa ini. Setidaknya menjadikan kelas kita indah adalah sesuatu hal positif untuk sedikit menurunkan “ketegangan urat leher” pendidikan kita semua.

semoga berguna, salam blogger

Posted on 12/01/2012, in Education, evaluation and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: