Sekali lagi tentang UN…

 Perdebatan mengenai Ujian Nasional (UN) sebenarnya sudah terjadi saat kebijakan tersebut mulai digulirkan pada tahun ajaran 2002/2003. UN atau pada awalnya bernama Ujian Akhir Nasional (UAN) menjadi pengganti kebijakan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas). Hanya, sementara Ebtanas berlaku pada semua level sekolah, UN hanya pada sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP), madrasah tsanawiyah (MTs), sekolah menengah umum (SMU), madrasah aliyah (MA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Untuk sekolah dasar (SD), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah luar biasa setingkat SD (SLB), dan madrasah ibtidaiyah (MI), Ebtanas diganti dengan ujian akhir sekolah.

Beberapa hal positif memang terjadi di beberapa  siswa Indonesia , adanya UAN makin meningkatkan kualitas belajar mereka, bahkan bagi siswa SD kelas 4, 5 dan 6 persiapan sudah dilakukan sedini mungkin, bahkan persiapan kurikulum dibeberapa sekolah dasar sudah diarahkan bagaimana bisa menembus lulus UAN (dalam artian positif).
inilah faktor yang menjadi pengganjal utama kenapa banyak lembaga pendidikan melakukan potong kompas untuk melakukan perbuatan curang, saya juga yakin banyaknya sekolah menolak UN dikarenakan kesadaran yang terlambat untuk menilai rendahnya kualitas pendidikannya sendiri.
Peningkatan anggaran pendidikan sebetulnya adalah tanggung jawab DAU dari sebuah pemerintah daerah, sebut saja Jakarta yang sudah menaikan anggaran pendidikan menjadi 21 %. sebetulnya keberpihakan daerah kepada pendidikan juga harus di tuntut. ini sudah harga mati bung

Hubungan antara dana dan UAN
sayangnya anggaran pendidikan yang sudah saja pun justru di”makan” oleh guru-guru itu sendiri untuk kepentingan fisik, catat saja di papua terdapat dana 169 Milyar yang dialokasikan untuk pendidikan tapi nyatanya justru di papua Pendidikan menjadi barang mahal dimana tidak semua orang bisa sekolah, ini mengaklibatkan pergeseran intelektual orang-orang pribumi dengan orang-orang pendatang, apalagi jika berbicara tes UN di Papua, ah jangan tanya …

UN untuk masa depan
UN kedepannya diharapkan menjadi pintu seleksi bagi peradaban bangsa Indonesia jika dikelola dengan baik, bangsa ini harus melakukan pemotongan generasi jika tidak ingin ketinggalan. kecurangan harus dihentikan, dibeberapa daerah sudah tidak menjadi rahasia umum bahwa setiap sekolah berjuang agar semua siswa lulus UAN walaupun dengan cara kotor. mengembalikan fungsi UN sebagai pemetaan harus kembali didengungkan, saya sepakat UN dapat membentuk keseriusan siswa dalam rangka proses pembelajaran. Dengan model 50% nilai UN dan 50% nilai raport juga seharusnya tidak menjadi celah kecurangan baru para guru atau dalam hal ini pihak sekolah. karena kalau berbicara  kecurangan pasti tidak melihat dari mana saja sekolah itu berada baik sekolah Islam (swasata) ataupun negeri.Saya sendiri begitu kaget bahwa para pendidik yang begitu santun saja bisa sebegitu ganasnya dalam penaikan nilai UN, dan nasehat-nasehat akhirat saja tidak mampu meluluhkan hati para pendidik tersebut ironis dan miskin hati nuani.

Kejujuran para pendidik.

Dalam akhir tulisan ini saya menghimbau bagi para rekan pendidik lain, agar mengedepankan proses pendidikan secara sistematis dan dengan mengedepankan tuposi guru sebagai sebuah keharusan, karena pendidikan bukan dinilai dari tinggi rendahnya sbuah nilai tetapi dari kemampuan siswa untuk bisa menghadapi problem masalah-masalah kehidupan ini. sekali lagi saya teringat ibu Tilaar seorang dosen S3 di UNJ yang mengatakan bahwa “pendidikan itu adalah memanusiakan manusia “, semoga ….

Posted on 18/02/2012, in 1, Education, evaluation, renungan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: