Sebuah Karya Tulis ilmiah …

Beberapa minggu lalu ane diminta ikut dalam lomba guru yang diadakan didaerah Bekasi. yah dari pada gak ada yang ikut terpaksalah ane ikut. pingin sekalian ngelihat gimana sih rasanya lomba guru gitu. Disyarat lomba setiap peserta diminta membuat karya tulis singkat yang ilmiah (untung gak herbal). So malam sebelum lomba ane geber tuh karya ilmiah.

Yah walaupun gatot alias gagal total tidak masuk pemenang. setidaknya ada tulisan ilmiah yang bisa ane share ke temen2 semua. judulnya adalah bagaimana memuat model pembelajaran dengan open source Moodle agar guru2 pada jadi pada profesional dan sekolah jadi cerdas. so dari pada kelamaa silakan deh nih baca tulisan ane yang gak herbal banget ini.

BAB 1
PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Perkembangan Teknologi Informasi yang pesat dalam dunia pendidikan baik ditingkat sekolah maupun tingkat universitas membawa banyak perubahan yang sangat signifikan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Berbagai inovasi muncul demi mempersembahkan materi yang lebih baik dan mudah diakses baik oleh guru atau siswa, sehingga inovasi ini diharapkan nantinya menjadi sebuah hasil belajar yang lebih optimal dan berkualitas.

Dibeberapa negara maju kita telah melihat banyak teknologi baru diperkenalkan kedalam sekolah. Dalam rangka membangun semangat mengajar bagi para guru dan belajar para siswa dicarilah beberapa berbagai macam cara baik dalam pengalaman guru dan siswa agar dapat mencapai target keberhasilan dan sesuai dengan reformasi pemerintah dalam dunia pendidikan.

Teknologi komunikasi dan teknologi yang kini hadir mulai banyak diperkenalkan dalam proses pembelajaran. Dalam perkembangannya teknologi komunikasi dan teknologi seperti komputer bukan hanya sebuah perangkat elektronik biasa tetapi bisa menjelma menjadi sebuah teknologi komunikasi dan informasi (ICT) yang dapat dimanfaatkan dalam pendidikan dan pembelajaran. Dengan memanfaatkan komputer, bisa dijadikan sebagai media dan sumber belajar dalam bidang studi tertentu di samping media yang lain.

Penggunaan komputer dalam pembelajaran di sekolah, menurut Coburn (1985) [1]dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Program latihan (drill and practice), yaitu program yang dirancang untuk digunakan siswa dalam melakukan latihan-latihan soal.
  2. Program tutorial, yaitu program yang dirancang supaya komputer dapat digunakan sebagai tutor dalam proses pembelajaran.
  3. Program demonstrasi, yaitu program yang digunakan untuk memvisualisasikan konsep yang abstrak.
  4. Program simulasi, yaitu program yang digunakan untuk memvisualisasikan proses yang dinamik.
  5. Program permainan instruksional, yaitu program yang digunakan untuk permainan dengan menggunakan instruksi-instruksi komputer dengan tujuan untuk meningkat-kan pemahaman materi yang diajarkan.

Siti Suria Salim dan Sharifah Mohd[2] dalam beberapa penelitiannya mengatakan di beberapa sekolah “Cerdas Mengajar dan Belajar” di Malaysia, guru dan para siswa sangat senang dalam penggunaan ICT khususnya lingkungan belajar mereka, program ICT tersebut ternyata dapat melakukan penghematan dalam penggunaan kertas serta dokumen, termasuk juga dalam sistem penugasan dan penilaian.

Namun yang terjadi di beberapa sekolah khususnya di Indonesia, belum terlalu banyak sekolah yang menggunakan teknologi ICT untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar. Kebanyakan guru dan siswa masih harus mendapatkan materi dengan cara penyampaian dengan metode yang tidak berubah. Termasuk dalam hal pengumpulan tugas, sistem penilaian dan pengambilan materi ajar yang masih terlalu banyak menggunakan kertas sehingga tidak mendukung program penghematan bagi program Global Warning.

Salah satu implementasi teknologi yang bisa dihadirkan dalam sekolah yaitu membangun sebuah model pembelajaran dengan teknologi Open Source,  dimana sistem pengajaran, penugasan dan penilaian dapat digantikan dengan tersedianya fasilitas belajar mengajar secara offline. Yang berbeda dengan teknologi Open Source ini adalah program ini tidak harus terhubung dengan internet tetapi cukup dengan menggunakan local area dan menggunakan satu unit server saja.

B. Identifikasi Masalah

Melihat itu semua hal yang melatarbelakangi membangun model program ICT dengan Open Source, maka kami menarik beberapa masalah dengan berdasarkan kepada :

  1. Kurangnya pemanfaatan ICT dari warga sekolah sehingga penggunaan ICT tidak optimal
  2. Tidak berubahnya sistem pengajaran, penugasan dan penilaian di sekolah sehingga tidak mendukung penghematan penggunaan kertas.

C. Pembatasan Masalah

Pembahasan masalah dalam karya tulis ini dibatasi pada bagimanakah membangun model program ICT dengan Open Source agar dapat membantu proses kegiatan belajar dan mengajar dalam sekolah.

Pembuatan model program ICT dengan Open Source ini meliputi : Rancangan jaringan komputer yang akan digunakan dalam pembelajaran, serta pembuatan web berbasiskan Open Source sehingga pengorganisasian materi, tugas dan penilaian dapat dilakukan seefektifitas mungkin.


 

BAB II

KERANGKA TEORITIK

  1. A.    Proses Perencanaan Situs

Proses awal yang perlu dilakukan dalam membangun model program Open Source ini adalah mempertimbangkan beberapa hal yaitu:

  1. Pilihan teknologi yang akan dipergunakan: pilihan teknologi yang akan dipakai akan berpengaruh baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Faktor yang mempengaruhi misalnya segi keuangan, kemampuan teknis dan lain-lain
  2. Proses-proses yang harus dilakukan; apapun keputusan yang dipilih tetaplah harus melewati proses yang harus dilalui. Proses ini mulai dari penyiapan perangkat keras, perangkat lunak, maupun  personel yang akan terlibat dalam pemakaian aplikasi ini nantinya
  1. B.     Pilihan Teknologi Yang Akan Dipergunakan

Untuk memulai pembuatan aplikasi ini, diperlukan keputusan mengenai pemilihan  teknologi yang akan digunakan, secara umum terdapat beberapa pilihan teknologi, yaitu:

  1. 1.        Teknologi Komersial

Merupakan teknologi yang bersifat komersial dengan tata cara penggunaan aplikasi yang harus membayar sejumlah nominal biaya yang dipergunakan sebagai pembelian lisensi untuk pemakaian. Salah satu teknologi komesial yang sekarang ini sedang dipopulerkan oleh pihak vendor adalah Microsoft Learning Gateway ataupun Blackboard

 

 

  1. 2.        Teknologi Open Source

Merupakan teknologi yang dapat secara bebas untuk dipergunakan, baik perseorangan, komunitas, maupun dalam tigkatan yang lebih. Open Source sendiri menjadi fenomena dimana semua orang dapat memperoleh kode sumber, sehingga dapat melakukan perubahan, konfigurasi, maupun pengembangan apabila diperlukan.

  1. C.    Penyiapan Perangkat Keras Penunjang

Perangkat keras penunjang yang duperlukan terdiri dari beberapa bagian yaitu :

  1. 1.      Komputer Server

Yaitu komputer yang dipergunakan sebagai pelayanan (server) dari setiap permintaan data yang diminta. Karakteristik yang diperlukan untuk komputer server yaitu:

  1. Middle End Server: Komputer berkemampuan menengah ke atas.
  2. Mempunyai perangkat penyimpan data yang besar, disarankan minimal 20 GB.
  3. Mempunyai memori sekunder (RAM- Random Acces Memory) yang cukup besar, minimal 256 MB
  4. Dilengkapi perangkat konektifitas kecepatan tinggi, yaitu kartu jaringan dengan kecepatan 100 Mbps atau yang lebih baik.
  5. 2.      Komputer Klien

Komputer klien adalah komputer-komputer ataupun yang sejenis baik Smartphone, Pad, yang akan dipergunakan oleh para guru dan siswa yang memanfaatkan layanan ini. Pada umumnya semua jenis klien memiliki koneksi jaringan baik secara kabel ataupun tanpa kabel (Wifi).

  1. 3.      Perangkat-perangkat Jaringan

Perangkat-perangkat pembuat jaringan komputer sebagai sarana penghubung antara komputer server dengan komputer-komputer klien. Karena proram layanan ini lebih banyak menggunakan koneksi tanpa kabel secara fisik maka teknologi ini diberi nama Wifi (Wireless Fidelity),  dengan kecepatan maksimum koneksi yang dapat mencapai 54 Mbps.

Peralatan yang dibutuhkan meliputi WRP (Wireless Router Points) WAP (Wireless Access Point). Untuk komputer klien harus telah dilengkapi dengan tambahan perangkat WiFi yang berupa WiFi card, WiFi USB Dongle, WiFi Bluetooth, ataupun perangkat WiFi yang telah terpaang secara internal jinjing atau notebook

  1. D.    Penyiapan Perangkat Lunak

Perangkat lunak dalam program ini terdiri dari 2 (dua) komponen yaitu:

  1. 1.      Perangkat Lunak Dasar

Perangkat lunak yang harus dipasang sebagai dasar agar paket-paket perangkat lunak bisa dipasang dan berfungsi dengan baik. Perangkat lunak dasar tersebut adalah:

  1. a.      Sistem Operasi

Merupakan aplikasi dasar yang harus dipasang terutama pada komputer server. Windows Server adalah salah satu contoh sistem operasi berbayar. Karena teknologi yang dipilih adalah teknologi Open Source maka system opersi yang dipilih adalah Linux. Linux sendiri mempunyai tipe-tipe yaitu seperti Debian, Mandriva, SuSe, Red Hat, Fedora, dan lain-lain.

  1. b.      Server Web, BasisData, dan Piranti Skrip

Ketiga perangkat lunak diatas adalah aplikasi yang dipasang didalam sistem operasi. Web server merupakan aplikasi pelayanan permintaan pelayanan berbasis web. Basis data merupakan aplikasi penyimpanan dan pengolah data, sedangkan Piranti Skrip merupakan penterjemah kode skrip sehingga bisa diterjemahkan sebagai suatu proses yang akan diolah oleh Server Web maupun basis data.

  1. 2.      Perangkat Lunak Pembelajaran Moodle

Perangkat lunak inti yang menyusun aplikasi e-learning itu sendiri. Aplikasi ini sering disebut sebagai Learning Management System atau LMS. Terdapat beberapa paket LMS yang berbasis Open Source namun yang paling banyak digunakan dan paling popular dengan dukungan komunitas yang cukup baik adalah Moodle.

  1. a.       Moodle

Moodle sendiri adalah sebuah nama dari salah satu aplikasi Course Management System (CMS), sering juga disebut sebagai Learning Management System (LMS) atau Virtual Learning Environtment (VLE). Moodle itu sendiri adalah singkatan dari Modular Object Oriented Dynamic Learning Environtment. Moodle ini merupakan salah satu aplikasi dari konsep dan mekanisme belajar mengajar yang memanfaatkan teknologi informasi berbasis web yang dikenal dengan konsep e-learning.

Moodle merupakan salah satu aplikasi gratis (Open Source) dan dapat diunduh, digunakan ataupun dimodifikasi oleh siapa saja dengan lisensi secara GNU (General Public License). Selain itu Moodle adalah salah satu aplikasi e-learning yang banyak digunakan oleh orang diseluruh dunia khususnya universitas, sekolah dan lembaga pendidikan.

Aplikasi kedua yang juga sering digunakan adalah berbasiskan Content Management System (CMS) yang bernama Joomla, gunanya untuk mengatur isi website pembelajaran dengan mudah dan cepat. Tidak hanya Joomla terdapat juga CMS lain diantaranya adalah Mambo, Drupal, Geeklog, Post-Nuke, Limbo dan CMS Forum seperti phpBB yang sering dijadikan basis komunikasi komunitas tertentu.

  1. b.      Fasilitas Moodle

Moodle menyediakan tampilan (themes) serta fasilitas yang memungkinkan para pengajar dapat berinteraksi dengan siswa. Berikut beberapa fasilitas yang ada dalam Moodle yaitu:

a)      Pengaturan bahasa

b)      Pembuatan kategori pembelajaran

c)      Pembuatan materi pembelajaran

d)      Pengaturan kursus singkat pembelajaran

e)      Mengisi materi pembelajaran

f)        Pembuatan tugas dan pemberian nilai

g)      Pembuatan pengumuman

h)      Pembuatan quiz

i)        Pembuatan forum antar guru dan siswa

j)        Fasilitas chat


 

BAB III

PEMBAHASAN

  1. A.    Proses Instalasi Perangkat Keras Dan Jaringan Komputer
    1. 1.      Pemasangan Komputer Server

Komputer server adalah komputer yang digunakan sebagai penyimpanan semua informasi yang akan diakses dari berbagai komputer klien. Komputer server ini nantinya akan dihubungkan dengan koneksi intranet. Untuk aplikasi pembelajaran berbasis Open Source tidak perlu menggunakan konfigurasi komputer server yang  paling bagus.

  1. 2.      Komputer Klien dan Gagdet

Komputer klien merupakan komputer yang nantinya akan terhubung dengan komputer server agar mendapatkan pelayanan dari komputer server. Sedangkan Gagdet adalah sejenis perangkat teknologi komunikasi yang kini bermunculan, teknologi ini bisa dikatakan sejenis Smartphone yaitu alat komunikasi yang selain digunakan sebagai alat komunikasi tetapi juga bisa digunakan untuk mengakses internet dan intranet.

  1. 3.      Jaringan Komputer tanpa kabel (Wireless)

Sistem e-learning ini menggunakan jaringan tanpa kabel sehingga dapat diakses semua warga sekolah. Penggunaan jaringan Wireless dimaksudkan agar sambungan antara klien dan server dapat tercipta dengan baik. Kebutuhan jaringan menggunakan teknologi WiFi 802.11b/g hal ini dikarenakan teknologi ini menggunakan frekuensi gelombang radio 2.4GHz yang memang dialokasikan untuk ISM (Industrial Scientific and Medical) sehingga dapat digunakan secara bebas dan tidak membutuhkan ijin.

Jaringan wireless dalam program ini bisa menggunakan lebih dari satu  pusat akses wireless (Access Point). Salah satu Access Point dapat digunakan sebagai Router, sehingga Access Points ini dapat menjadi pusat bagi Access Point yang lain.

  1. B.     Proses Instalasi Learning Management System Moodle

Langkah-langkah dalam melakukan instalasi Moodle adalah sebagai berikut:

  1. Memasang PhpMyAdmin yang merupakan aplikasi untuk mengelola MySQL dengan menggunakan tampilan web.My SQL sendiri adalah sebuah database atau media penyimpanan data yang mendukung script PHP.
  2. Untuk memindahkan data Moodle maka kita harus mempunyai master web Moodle yang bisa di download di situs http://download.moodle.org . Data Moodle tersebut nantinya akan ditaruh dan di instalasi dalam directory server atau PhpMyAdmin secara offline.
  3. Setelah berhasil terinstal pada server lokal selanjutnya melakukan konfigurasi pada Moodle dan melakukan koneksi terhadap Router dan Access Point agar dapat diterima oleh klien. Perbedaannya adalah bahwa Open Source Moodle ini nantinya hanya bisa diakses pada lokal area sekolah saja dan tidak bersifat online sehingga tidak diperlukan pembelian nama domain dan penyewaan hosting.
  4. C.    Penggunaan Model Pembelajaran Oleh Pengguna

Setelah pembangunan situs pembelajaran siap dipergunakan maka pengguna pebelajaran ini dibagi menjadi 3 kategori yaitu:

  1. 1.      Administrator

Bertugas mengelola keseluruhan aspek dari situs, termasuk mengelola database eksternal yang dipakai sebagai metode autentikasi dari siswa.

  1. 2.      Pengajar

Pengguna yang diserahi tugas mengelola mata pelajaran dan semua administrasi pembelajaran. Baik materi yang akan di bagikan oleh siswa (download), Quiz,  penugasan, penilaian dan lain-lain.

  1. 3.      Siswa

Pemakai yang akan memanfaatkan media pembelajaran untuk menunjang pembelajaran. Baik dalam mengambil tugas (download), Pengumpulan tugas, melihat pengumuman, melihat nilai dan lain-lain.

BAB IV

PENUTUP

Penggunaan model program pembelajaran ICT dengan Open Source Moodle  diharapkan dapat menambah semangat pembelajaran yang lebih baik dibandingkan dengan program pembelajaran biasa. Selain itu model pembelajaran ICT dengan Open Source Moodle  dapat mengurangi pemborosan jumlah kertas yang sering kali kita lihat dalam proses belajar mengajar. Selanjutnya pengunaan komputer yang ada dalam sekolah bisa dimanfaatkan lebih optimal dengan menambahkan program pembelajaran ini.

Fasilitas ini juga sangat berguna bagi siswa yang sering sekali membawa peralatan eletronik seperti komputer jinjing (notebook) atau Smartphone seperti Blackberry, I-pad dan lain-lain. Sehingga barang-barang eletronik komunikasi tersebut  dapat dimanfaatkan sebagai alat pembelajaran yang efetif mudah.

Dengan kehadiran teknologi pembelajaran ICT berbasiskan Open Source Moodle diharapkan mendukung agar guru menjadi lebih profesional dan sekolah menjadi cerdas dengan menggunakan semua sumber teknologi dimasa kini.

DAFTAR PUSTAKA

 

­­_______, 2006. Moodle Docs. Moodle Official Websites. Tersedia : http://docs.Moodle.org/en/Main_Page. Tanggal akses 6 April 2012

­­_______, 2006. Moodle Tutorial. Siteground Websites. Tersedia : http://www.siteground.com/tutorials/moodle/index.htm Tanggal akses 6 April 2012.

Coburn, P., et al. (1985). Practical Guide to Komputer in Education 2nd. California: Addison – Wesley Publication Company Inc.

Kurniawan Rulianto, (2009). Membangun media ajar online untuk orang awam. Maxikom. Jakarta.

Siti Suria Salim dan Sharifah Mohd. Nor 2005; Azizah et al 2005; Hajar Mohd. Nor 2005; Lee 2007

Wahyu Andi dkk, (2008). Cara praktis membangun situs E-lerning dengan teknologi Open Source. Graha Ilmu. Jakarta.


[1] Coburn, P., et al. (1985). Practical Guide to Computer in Education 2nd. California: Addison – Wesley Publication Company Inc.

[2] Siti Suria Salim dan Sharifah Mohd. Nor 2005; Azizah et al 2005; Hajar Mohd. Nor 2005; Lee 2007

Posted on 16/04/2012, in Computer, Education, evaluation. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. izin copas ye mas brow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: