Kelabu di Ujian Nasional

Siang itu ujian nasional 2012 di SMP *** baru saja memasuki hari ke tiga, beberapa siswa tampak berbahagia dengan pengerjaannya yang berjalan mulus, tetapi tidak dari sebagain siswa, tampak dari wajah mereka murung dan memendam sesuatu hal yang harusnya tidak mereka lakukan. Selidik demi selidik ternyata beberapa siswa mempunyai alasan tersendiri mengapa mereka begitu muram, menurut beberapa pengakuan siswa ternyata mereka diminta oleh oknum seorang guru agar memberikan bocoran kepada siswa lain, kini masalah menjadi besar ketika orangtua murid membuat gerakan perlawanan baru …

Ketika Guru kehilangan Identitas

Kecurangan yang dilakukan oleh oknum guru dalam rangka mendongkrak nilai siswa adalah sesuatu yang bertentangan dengan nilai jati diri guru itu sendiri, dimana guru yang seharusnya mengajarkan nilai-nilai dan etika kesantunan yang cerdas tetapi justru mengajarkan cara-cara licik dan tidak berperikemanusiaan. lalu apa bedanya para koruptor dengan guru-guru yang menggunakan akal liciknya dalam melakukan kecurangan ujian nasional? ya jelas tidak ada bedanya.

Saya sendiri termasuk orang tidak menyukai adanya UN, tetapi melakukan kecurangan sesuatu yang tidak saya suka tidaklah menjadi prinsip saya. ketika seseorang guru merelakan dirinya menjadi kriminal maka dia layak dibilang krimininal walaupun yang dilakukannya untuk sesuatu hal yang benar (baca kisah Robin Hood dan aksi geng motor Pacinko pimpinan Johny Indo)

Hilangnya Aspek dan indikator kompetensi Pedagogik Guru

Guru yang melakukan kecurangan dapat dikatakan telah kehilangan kemampuan dalam aspek dan indikator pedagogik guru, dimana guru seharusnya dapat memebdakan profesi guru dengan profesi lainnya. menurut Kementerian Pendidikan Nasional. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2010. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru  (PK Guru). ada 7 aspek dan 45 indikator. saya akan sebutkan beberapa saja dalam blog ini yaitu:

1. Menguasai karakteristik peserta didik.

2. Menguasasi teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yang mendidik

3,Pengembangan kurikulum

4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik

5. Pengembangan potensi peserta didik

6. Komunikasi dengan peserta didik

7. Penilaian dan Evaluasi

Dapat dipastikan 3 tahun belajar dalam sekolah, guru yang telah melakukan kecurangan telah menginjak-injak profesinya sendiri dan layak dianggap sebagai aib bagi profesi guru.

Hukuman bagi guru yang melakukan kecurangan dalam UN

Menteri pendidikan M. Nuh mengatakan “Sanksi tegas akan dikenakan, ini tidak main-main,” ancamnya di Jakarta. menurut saya langkah ini sangat tepat. walaupu Uji materi UN masih ada di wilayah MK, tetapi kejujuran bagi penggiat pendidikan harus tetap dilaksanakan.

Ancaman pidana sangat dimungkinkan jika terjadi kecurangan dalam UN tersebut, termasuk para pembocor dan pembuat skenario pembocoran soal UN, mereka akan diproses melalui hukum. Sementara, peserta UN yang tersandung kebocoran akan diberi kesempatan melakukan ujian ulangan. Mendiknas pun berharap para peserta UN untuk mempersiapkan diri dengan belajar sungguh-sungguh dan tidak terjebak dengan iming-iming bocoran yang belum tentu benar.

Tidak tanggung-tanggung negara akan menjerat guru pembocor UN dalam Pasal 322 KUH Pidana tentang Pembocoran Rahasia Negara, Pasal 362 KUHP tentang Pencurian, dan Pasal 480 KUHP tentang Penadah, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Mau dibawa kemana pendidikan kita

Dalam bagian akhir tulisan ini saya mencoba mengetuk hati guru-guru bangsa Indonesia akan perjuangan Kihajar dewantara dalam membangun taman siswa, mencoba menabrak kebodohan yang dibuat pemeritah Belanda. Membangun budi perketi, kecerdasan moral dan akhlak sehingga nantinya muncul kihajar dewantara baru, muncul Soekarno baru, muncul Hatta baru, muncul Bung Tomo baru yang mampu “membakar” negara ini dengan hal yang lebih baik, dan bukan menciptakan siswa-siswa instant dengan cara yang tidak cerdas.

Membodohi siswa saat ini sama saja membunuh mereka pelan-pelan.

semoga tidak ada lagi tangis yang keluar dari siswa-siswa kita yang dipaksa curang oleh gurunya.

salam bloger

Posted on 01/05/2012, in Education and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Unidentified Walking Object

    yah… semoga tindakan saya untuk keluar dari briefing “minta tolong” merupakan tindakan yang tepat, dan tidak akan berakibat buruk nantinya. semoga nanti tidak akan ada “diskriminasi” bagi saya. amin…

  2. saya sangat muak melihat setiap tahun terjadi kecuranganm dan siswa telah mengangapnya suatu kewajaran. saya yakin bukan guru yang mau melakukan ini tapi kepala sekolah yang paling berkepentingan.quo vadis pendidikan indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: