Saatnya Kritis Memilih Sekolah Untuk Anak

Percaya atau tidak memilih sekolah ibarat memilih pasangan hidup, kadang ada yang bertahan lama sampai tua, ada yang hanya bertahan seumur jagung bahkan ada yang bertahan demi anak tercinta. Sekolah identik dengan pasangan hidup yang selalu menjadi partner baik dalam suka dan duka, untuk itulah memilih sekolah harus dengan kecermatan intelektual yang tinggi agak tidak kecewa dibelakangnya.

Bagi para pasangan yang sudah mempunyai anak dan cukup usia untuk disekolahkan perlulah bersifat krtis , apalagi ada dogma dikalangan masyarakat bahwa orang tua harus mendidik anak mati-matian pada usia dini, karena akan lebih sulit mendidik anak pada saat dewasa ketimbang usia dini. Karna penanaman akan norma , kejujuran dan akhlak sangat dibutuhkan pada saat dini. Saya sendiri sebagai penulis yang mempunyai putra berusia 3,5 tahun bahkan sudah menyiapkan skenario khusus bagi anak saya sendiri.

Sekolah swasta agama

Orientasi keagaman memang banyak menimbulkan perdebatan, tetapi banyak kalangan menyatakan bahwa sekolah agama pada awal usia dini dapat membuat anak didik lebih mengenal dunia dari sisi religi. Setidaknya anak akan dapat mengerti siapa tuhannya, bisa menghapal doa pendek dan belajar sopan satun serta mengenal dosa dan pahala. Sayangnya memang bagi sekolah swasata agama orang tua harus merogoh kocek yang begitu mahal untuk jasa pendidikan ini. Ini dikarenakan sekolah swasta agama kadang mematok standarisasi yang tinggi bagi sekolahnya seperti sumber daya guru, perlengkapan belajar, tempat yang nyaman serta lainnya. Yang perlu dicermati bagi orang tua murid juga adalah harus berhati-hati karna kadang sekolah agama juga mempunyai faksi pemikiran atau aliran keislaman sendiri, fakta dilapangan ada yayasan sekolah islam menggunakan nilai-nilai agama secara ketat seperti sekolah yang aliran salafiyah, disekolah tersebut mereka mengharamkan musik, menggambar binatang atau manusia dan lain sebagainya dalam proses pembelajaran, kebalikannya ada juga sekolah yang lebih kearah bebas dari sunah-sunah keislaman , misalnya tidak mewajibkan berjilbab, tidak mengaharamkan pacaran bagi siswanya , intinya tidak terlalu memperketat hal-hal yang dianggap “sesuatu” dalam sekolah-sekolah agama.

Kecerdasan orang tua juga harus bermain diranah sistem sekolah, pengalaman saya sebagai pengajar, banyak sekolah agama yang hanya mencari keuntungan belaka, tingginya nilai spp ternyata bertolak belakang dengan hasil belajar bahkan faktanya ada saja kepala sekolah swasata islam yang menghalalkan kecurangan dalam UN, (bahasa kasarnya tidak malu dengan jilbab, atau jenggot dan celana yang berkatung-red). Jika anak anda masuk disekolah seperti ini maka bukannya penddidikan ahlak yang didapat tapi adalah pembodohan sekolah oleh sekolah itu sendiri.

Orang tua juga harus memegang janji sekolah baik-baik, bahkan kalau perlu digunakan surat pakta integritas yang menyatakan janji-janji awal tersebut. karna faktanya banyak orang tua murid dari sekolah agama yang harus menelan pil pahit dari kebohongan-kebohongan yang dikampanyekan apad awal-awal bersekolah.

Sekolah negri

Bagi orang tua murid yang berencana memasukan sekolah di negeri memang lebih rumit dibandingkan dengan sekolah swasta. Kadang disekolah swasata mengandalkan tata tertib yang baku dan berasal dari pemerintah. Dari soal sumber daya gurupun kadang-kadang terjadi istilah “untung-untungan”, maksudnya adalah kadang tidak terjadi pemerataan kualitas guru secara intelektual. Bagi orang tua siswa yang tidak terlalu menjadikan patokan agama sebagai landasan dasar siswa bisa memasukan anaknya kedalam sekolah ini tetapi ada juga orang tua siswa yang menambahkan pendalam agama melalui TPA atau mendatangkan para ahli agama untuk belajar(privat) kerumah.

Masalah ekonomi kadang menjadi persoalan, karena sekolah negeri di Indonesia sudah memberlakukan bebas biaya maka masuk akal bagi orang tua yang berekonomi rendah untuk memasukan anaknya kedalam sekolah tersebut. Syukur-syukur sekolah tersebut sudah mendapat label SNN atau RSBI. Tetapi yang cukup disayangkan perbedaan sekolah swasata dengan negeri kadang seperti bumi dan langit, kemewahan sekolah swasata elit kadang menggiurkan dan tidak terdapat di sekolah negeri (kecuali sekolah negeri yang tidak tahu malu minta-minta ke orang tua murid).

Penutup

Rekan-rekan semua, menyekolahan anak memang adalah kewajiban bagi orang tua yang ingin anaknya lebih berhasil dari orang tuanya. Kecermatan dan kekritisan memilih sekolah menjadi kewajiban yang harus diperlukan sehingga tidak terjadi kekecewaan mendalam ataupun konflik berkepanjangan antara sekolah dan orang tua siswa. Untuk itu perlu bagi orang tua murid melakukan sedikit investivigasi kecil terhadap sekolah yang dituju , seperti bertanya kepada alumni, masyarakat dan orang-orang yang pernah berhubungan dengan sekolah tersebut. Masyarakat pada akhirnya akan menghukum sekolah yang semena-mena kepada siswanya sendiri. kita banyak melihat sekolah yang akhirnya bangkrut atau dimerger dengan sekolah lain. Kesombongan yang dibangun tanpa memperhatikan masalah-masalah kecil orang tua siswa akan berujung pada kampanye-kampanye negatif bagi sekolah tersebut. Kita sebagai orang tua siswa pun berhak menilai dan memvonis sekolah yang keluar dari pendagogik pendidikan,  termasuk sekolah yang mengkapitalisasikan sekolahnya kejalur yang salah.

Akhirnya kitalah yang menghukum mereka… so kritislah memilih sekolah demi anak kita tercinta…

Salam blogger …

Posted on 22/06/2012, in Education, renungan, tips and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Pretty component to content. I simply stumbled upon your web site and in accession capital to say that I acquire actually loved account your weblog posts. Anyway I’ll be subscribing on your feeds or even I achievement you get entry to constantly rapidly.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: