Ekspedisi Gunung Merapi 2012

Setelah lama tidak menulis akhirnya kini saya mencoba menulis kembali. kini saya tidak akan  berbicara mengenai fenomena pendidikan atau kritik saya atas pendidikan di Indonesia. tapi saya akan menceritakan perjalanan saya pada pertengahan tahun lalu ketika saya diundang menjadi pembicara di bekas Kampus saya di Solo yaitu di Univ 11 Maret, setelah menjadi pembicara selama 3 hari saya meminta panitia (yang kebetulan adik kelas saya) untuk mendaki salah satu Gunung fenomenal di Jawa tengah yaitu Gunung Merapi.

Akhirnya kami sebanyak 14 orang menyepakati untuk berangkat menuju Gunung Merapi tetapi lewat jalur Selo Boyolali.

Kami berangkat pukul 5 sore dan sampai di Selo Boyolali sekitar pukul 19.00. kami pun makan malam dan sholat jamak Isya dan magrib

Setelah makan sepuas-puasnya selnajutkan kita packing peralatan kembali , jangan lupa motor diparkir di tempat yang sudag ditentukan

Tidak lupa kita berdoa semoga perjalanan sampai ditujuan dengan selamat.

setalah berjalan hampir selama 6 jam dengan sistem gerilya (jalan dan istirahat) berkali-kali akhirnya , syukur alhamdulilah kita sampai di  1km sebelum pasar bubrah. dimana cocok untuk membuat basecamp. karena setahu saya kalau istirahat dipasar bubrah sendiri takut-takut angin kencang terjadi mengingat daerah yang lapang. but… hebatnya kita bisa melihat sunrise, sesuatu yang paling ditunggu pendaki gunung.

tidak lupa kita sholat subuh dan istirahat serta makan sampai menunggu fajar lebih tinggi

dibelakang kami terlihat gunung merbabu. keren yah…

Makan pun harus rame-rame. persiapan untuk menuju Puncak merapi

Pemandangan Puncak Merapi dari basecamp kami.

Sebuah monumen dimana tahun 77 ada 3 pendaki yang hilang di lokasi ini. monumen ini mengingatkan bagi para pendaki untuk tetap hati-hati.

Setelah berunding dan menvapai kesepakatan ternyata dari 14 pendaki hanya 8 orang saja yang tetap nak kepuncak merapi. melalui pasar bubrah. termasuk saya tentunya.

Dan setelah perjuangan begitu berat, alhamdulillah saya bersama teman2 berada dipuncak merapi. uniknya dipuncak ada papan yang menjelskan bahwa tempat tersebut adalah puncak merapi.

Turun dari puncak merapipun sebuah tantangan. khususnya longsoran batu yang sering jatuh, gedenya pun gak nanggung-nanggung.

Jalur alternatif puncak merapi. ingat jangan lewat pasir!, lewatlah jalur kiri dimana banyak batu-batu yang mudah di pijak.

Setelah hampir 6 jam menanjak dan menuruni puncak merapi. saya kembali ke basecamp. dan tetap membiarkan merapi tetap tenang . dan saya pulang dalam sehat walafiat..thanks ya Allah.

Posted on 29/11/2012, in Travelista and tagged , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. uhhh… jadi pingin gan.😦

  2. Kereeennn bang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: