Review film “here come the boom”: Selalu ada guru luar biasa

herecomesBagi para pengajar yang bosan dengan rutinitas mengajar tampaknya film ini layak ditonton, setidaknya film ini menjadi salah satu motivasi bahwa kecintaan terhadap kelangsungan dunia pendidikan harus tetap dipertahankan. Film ini berjudul “here come the boom” disutradarai oleh frank Coraci, dan dibintangi oleh Kevin James, Salma Hayek dan Henry Winkle. Film ini bercerita tentang Scott Voss (Kevin James), seorang guru biologi berusia 42 tahun. Mengajar disebuah sekolah yang sedang kekurangan dana dan mengancam keberadaan extrakurikuler musik disekolahnya. Demi kelangsungan sekolah dan ektrakurikuler musik Scott pun berusaha mencari uang untuk menutupi kekurangan dana sekolah sebesar $48.000 dengan menjadi seorang petarung yang diadakan pada sebuah TV, untuk mendapatkan uang. Scott yang sebelumnya tidak bisa ilmu bela diri, mau tak mau harus belajar mengusai ilmu bela diri tersebut demi menyelamatkan ekstrakurikuler musik disekolahnya dimana ada guru senior yang terancam karir mengajarnya.

Korupsi Dana Pendidikan

Kritik sosial dalam film ini memang kentara dimana memang banyak terjadi penurunan kualitas pendidikan di Amerika dan semua itu bukan hanya dilatar belakangi krisi keuangan yang melanda Amerika dan Eropa tetapi juga krisis Individu yaitu korupsi membabi buta.

Hal ini bisa dilihat diakhir film bahwa krisias keuangan sekolah tersebut dilakukan oleh oknum yayasan sekolah yang menyalahgunakan wewenangnya. Kalau berkaca di Indonesia hal ini bukanlah hal baru, karena baik dijenjang sekolah negeri atapun swasta banyak muncul oknum-oknum seperti ini (tidak terkecuali sekolah yang bernafaskan agama).

here1

Selalu Lahir Guru Luar Biasa

Di film ini mengahadirkan tokoh Scott voss seorang guru Biologi yang “pernah” menjadi guru teladan. keengganan semangat mengajarnya pudar setelah penghargaan itu. tetapi ada alasan dibalik perubahan kualitas mengajarnya itu. yaitu karna kebobrokan seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah di film ini digambarkan sosok yang otoriter dimana ia tidak menerima kritik dan setiap keputusannya adalah bencana bagi guru lainnya (sangat Indonesia). Tetapi permasalahan ini tidak membuat semua guru bertekuk lutut. setidaknya Scott Voss membuktikan ini. demi kekurangan dana ia rela menjadi petarung di UFC (tarung bebas) demi menutupi kekurangan dana sebesar $ 48.000 USD. semangat dan motivasi tidak akan padam selama demi mempertahankan kelangsungan pendidikan demi anak murid tercinta. wow!

Kesimpulan

Film komedi tetapi penuh makna ini setidaknya bisa menjadi penyegaran bagi kawan2 pengajar lainnya, bahwa kadang diperlukan sebuah pengorbanan luar biasa bagi dunia pendidikan. Dan semua itu tidak harus dibayar dengan materi karena bagaimana pun pendidikanlah yang akan memajukan negeri ini dan menjadikan murid kita sebagai manusia yang beradab. so nonton ya….

salam blogger

Posted on 15/03/2013, in Review Film and tagged . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: