Dua Hari Semalam ke Pulau Tidung

100_7448Para warga internet raya semuanya saya akan menuliskan pengalaman jalan-jalan kemarin bersama mantan rekan-rekan kuliah Universitas 11 Maret Surakarta. Perjalanan kita kali ini menuju kumpulan pulau Seribu yang setahun (2012) lalu dijadikan oleh pemprov DKI sebagai point destination wisata Bahari selain Laut Bunaken dan Raja Ampat. Dari beberapa pulau Seribu sebetulnya saya sudah pernah menuju pulau yang biasa dipakai Honeymoon  yaitu Pulau Ayer, tetapi kali ini saya akan menuju Pulau Tidung yang memiliki titik spot yang cocok untuk Snorkling dan diving.

Dengan maraknya paket wisata menuju Pulau Tidung kita bisa memilih beberapa paket istimewa dimulai paket 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam dengan harga bekisar antara 400rb sampai 300rb an bagi anda para penggila travelista maka harga ini tergolong sangat murah, belum ditambah fasilitas yaitu Home stay, tiket pulang-pergi, makan 3 kali, Snorkling dll.

Kumpul di Dermaga Muara Angke

Saya memulai berangkat pagi-pagi dari dermaga Muara Angke Jakarta Utara karena ingin mengejar perahu pagi sehingga bisa datang tepat waktu. Tetapi ketika saat saya menuju Dermaga jangan kaget kalau dermaga ini sangat bau amis ikan, dibandingkan dengan pelabuhan Panimbang Banten Muara angke benar-benar menjelma sebuah pelabuhan bisnis ikan yang cukup megah tetapi dengan kondisi yang memprihatinkan seperti kondisi jalan yang becek, parkir yang sempit dan pengelolaan ticketing yang seadanya. lalu kalau Pulau seribu mau dikembangkan maka pelabuhan ini akan mencoreng kesan pertama.

100_7390

Kantor dinas Muara Angke

Setelah masuk keperahu yang  berbobot sekitar kurang lebih 250 orang kami berdesak-desakan, hati-hatilah dalam kondisi ini, jaga dompet, perhiasan, gagdet atau anak anda bisa-bisa barang-barang itu bisa tercopet atau kecebur karena tidak ada jembatan yang bisa langsung memudahkan penumpang menuju kapal. Kapalpun berangkat pukul 07.00

100_7394

Dermaga dipenuhi kapal ikan dipagi hari

Didalam kapal pun kami berdesak-desakan, yah maklum dengan tiket seharga Rp 33.000 fasilitas apa yang mau kami harapkan? sofa, message, atau makan gratis? mimpi!!!…tapi tak apa inilah dunia backpacker…

100_7396

Berangkat pas weekend benar2 penuh sesak (kayak mau pulang kampung)

Dalam waktu kurang 3 jam kami pun sampai ke pulau tidung, kecepatan kapal memang mempengaruhi jadwal sampainya, maka jangan heran kalau didalam kapal anda akan melihat pemadangan orang akan mencekik leher belakang (alias muntah) yup bagi yang tidak biasa naik kapal dengan kecepan tinggi dan goyang-goyang yang tidak stabil maka penyakit muntah akan terus mengintai.

100_7400

Didalam kapal yang penuh sesak, semua etnis ,negara, agama, campur jadi satu sangat pancasila he3x…

Tiba di Pulau Tidung

Setelah hampir kurang 2,5 Jam mengarungi laut lepas kami akhirnya sampai di Pulau Tidung pukul 10.00 pagi , kesan pertama sampai di pelabuhan Tidung adalah ada beberapa sampah yang dibuang oleh para pengunjung, (saya pikir memang disinilah letak ketidak kecerdasan bangsa Indonesia untuk menjaga alamnya sendiri). Kami pun menghubungi agen travel kami dan akhirnya langsung dipertemukan oleh guide kami selama dipulau Tidung. Kami diantar menuju Homestay atau penginapan.

100_7419

Selama menuju penginapan saya banyak melihat bahwa ada perubahan signifikan kehidupan nelayan Pulau Tidung, dimana sebelumnya mereka hanya seorang pelaut tulen tetapi semenjak Pulau Seribu dijadikan objek wisata banyak warga Tidung yang mengubah pola hidup mereka dimana jika hari libur mereka akan mengistirahatkan kapal dan alat jaring mereka dan berubah menjadi agen travel.

fot

Makanya jangan salah jika banyak rumah penduduk yang diakhir pekan dijadikan rumah penginapan sementara (trus kira2 mereka tinggal dimana ya), dan jangan salah fasilitasnya keren. Homestay tempat kami tinggal saja ada fasilitas AC, Tv kamar mandi dan kasur sekelas springs bed. Hanya satu kendala disana anda sangat beruntung jika genset pusat Pulau mati  maka anda akan gelap-gelapan selama disana. Ini harusnya menjadi PR pemerintah melalui PLN untuk terus menstabilkan aliran listrik di Pulau Seribu.

Sampai di homestay kami  istirahat dan rencananya jam 1 siang kami akan dijemput untuk snorking. Didalam kamar sudah disiapkan makan siang yang cukup untuk para tamu, karena kami lebih dari 12 orang maka makannya pun diprasmanankan. Setelah cukup istirahat kami dijemput untuk menuju perahu boat dimana kita akan menuju hot spot keindahan alam bawah laut pulau Tidung. dengan alat renang seperti masker ,snorkel dan rompi air kitapun menyeburkan diri melihat keindahannya.

100_7433

Dan benar-benar dahsyat ! keajaiban alam bawah laut pulau tidung memang wajib disamakan dengan RajaAmpat dan Bunaken. batu-batu karang, ikan-ikan kecil dan alhamdulilah minus Hiu menjadikan pemandangan ini wajib dilihat para pecinta diving dimanapun. Sayangnya paket diving yang terlalu mahal membuat saya mengurungkan niat menyewa alat selam yang seharga Rp 500 rb sekali sewa.

100_7449

Bawah laut yang terlihat sangat indah, sayang nggak punya foto underwater

snorkl

Saya, Istri dan anak pun turun ke laut

Waspadalah Guide anda sendiri

Setelah berpuas diri selama 1 jam kami pun menuju kembali ke Homestay. Sebetulnya disaat Snorkling ini anda harus waspada terhadap guide (pemandu) anda sendiri, karena saya melihat secara tidak sengaja guide saya menyembunyikan dompet saya ke dalam karang. Saya langsung menegurnya dan ia mengatakan bahwa dompet itu kosong, tetapi saya bersikeras bahwa itu benar dompet saya, dengan keadaan terpaksa akhirnya ia mengambil dompet tersebut dan saya mengeceknya yup itu benar dompet saya. Dengan berkilah tadi ia melihat dompet tersebut jatuh dilaut maka saya pun (terpaksa) memaafkannya…jadi berhati-hatilah kepada siapapun. Lebih baik anda simpan dompet, HP , jam tangan anda di homestay dan sembunyikan agar pemilik kost tidak mencoba mengambilnya ketika anda sedang keluar.

Jembatan Cinta

Setelah kembali ke homestay  kami pun mandi dan sekitar jam 5 kami kembali kepantai untuk melihat Jembatan Cinta. Dengan menggunakan sepeda (fasilitas penginapan) kami menuju pantai dan cukup membayar parkir Rp 2000,-.

jembtDi pantai ini kamipun melihat banyak permainan seperti banana boat, donut, dan terjun bebas gratis, tapi karena sudah sore kami memilih lebih baik esok saja untuk bermainnya, sore ini akan kami nikmati untuk melihat sunset yang mulai akan tenggelam. dan tidaklupa berfoto ria bersama orang yang paling kita cintai.

pan

100_7506

Para teman dan keluarga yang ikut rombongan ke pulau Tidung

100_7493

bersama dengan istri dan anak tercinta

100_7512Foto mantan pacar dan anaknya

Bermalam di Pulau Tidung

Agenda malam hari sebenarnya saya ingin jalan-jalan, tetapi dikarenakan sudah capek en pegel akhirnya saya sendiri cukup tidur. Sepulang kami dari pantai pihak homestay sudah menyiapkan makan malam dan ikan panggang. dan yang Alhamdulilahnya homestay kami yang matilampu sejak kemarin akhirnya listrik menyala. sayapun bisa tidur nyenyak sehabis sholat Isya dan nonton liga Inggris Mu vs Reading

100_7516

Guide yang membakar ikan, sayang nggak ada kepiting

Hari Kedua

Kami sudah diberi tahu oleh guide kami untuk bersiap pulang pukul 9.30 pagi. sehingga dari mulai pukul 7 pagi kami langsung geber sepeda menuju pantai. Beberapa rekan saya pun sudah memesan untuk mecoba banana boat. saya jujur saja tidak terlalu suka permainan ini, bagi saya kurang menantang he3x…akhirnya saya memutuskan untuk berfoto-foto ria saja. Di Jembatan cinta juga banyak yang terlalu berekspresif dengan melompat dari atas jembatan. saya sendiri tidak tahu maknanya tapi dibawa asyik saja deh.

lompat

Setelah puas kami bermain-main kamipun bersiap meninggalkan pulau Tidung sambil menyusuri pinggir pantai. dan berharap semoga kapan-kapan kami akan datang kesini lagi.

100_7513

Sambil bersepeda untuk pulang saya berdoa agar datang kembali kesini lagi, Insya Allah

Jam 9 pagi kami pun kembali kehomestay dan merapikan barang-barang bawaan. dan sambil diantar guide kami (yang bermasalah kemarin itu) menuju kapal penyebrangan. tidak lupa kami memberi uang tips kepada guide kami. Selama 3 jam perjalanan kamipun tidur berjamaah dan baru tiba di Dermaga Muara angke pukul 13.30. dan bersiap menuju kembali pulang kerumah.

demikian tulisan saya mengenai Pulau Tidung semoga banyak para netizen semua yang mencoba datang kesana.

salam blogger

Posted on 01/04/2013, in Travelista and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Comments.

  1. dulu saya juga berencana ke pulau tidung, tp belum kesampaian. btw dr surakarta ya, sy juga tinggal di dekat SMA batik 2 … hehe

  2. kuliahnya di solo tapi kelahiran jakarta…tapi saya tetap cinta kota solo or Surakarta….he3x…

  3. nice story.. semoga ke depan dermaga muara angke direnovasi, perahu juga diperbarui jangan seadanya, g berdesak-desakan bak ikan teri lagi… listrik dipulau tidung jg stabil. amin..

  4. Memang pelabuhan keberangkatan dari Jakarta menuju tidung cukup mengecewakan.
    Salam tidung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: