“PR” Besar Bawesdan untuk (pendidikan) bangsa ini

2008-1Teka teki siapa menteri pendidikan dasar dan menenegah terjawab sudah, sebelumnya kita tidak bisa berspekluasi, karna hanya Tuhan dan Jokowi yang tahu menterinya. Tetapi kira-kira bagaimana mentri pendidikan ini mampu menyelesaikan berbagai maslaah pekik di pendidikan nasional kita khusunya sekolah dasar dan menengah. Bukan dalam artian saya mengecilkan seorang Bawesdan tetapi pada saat wawancara media kepada Anies bawesdan, hanya beliaulah yang tidak menjawab pertanyaan ketiwa awak media bertanya mengenai kurikulum baru, beliau berujar belum dilantik dan belum melaksanakan sidang kabinet. Tapi baiklah kita berharap beliau mau menjelaskannya segera.

Kurikulum Baru ?

Mengapa tugas Anies Bawesdan (disingkat AB) begitu besar, hal ini dikarenakan PR kebijakan mentri sebelumnya yang seakan-akan meninggalkan segudang permasalahan. Prof M Nuh yang bahkan seorang profesor saja tidak mampu menyelesaikan masalah-masalah krusial, tetapi diakhir pemerintahnya justru terjebak pada proyek jangka pendek yang bernama Kurikulum 2013, Kini masalah itu semakin memuncak dan akan meledak , apalagi melihat problematika buku, penilaian, raport dan sebagaianya.

Anies Bawesdan yang pernah menggagas Indonesia mengajar saya nilai lebih dari seorang Philosophia pendidikan, ketimbang  seorang teknokrat. Gerakannya pelan tapi saya lihat justru sebagai “sindiran halus” kepada pemerintah yang memiliki pendidikan formal. AB merekut orang-orang cerdas untuk mengajar dipedalaman, ketika guru bersertifikat enggan mau terjun kelapangan pedalaman. Orang-orang muda ini rela terjangkiti nyamuk hutan ketika mengajar disaat para guru berseragam linmas sedang kemaruk uang dan tunjangan daerah.

Tetapi mampukah seorang AB melakukan tranformasi secara cepat atau secara marathon untuk pendidikan yang sekarang sedang hampir terjun bebas? menghentikan kurikulum baru 2013 memang bukan langkah cerdas, tetapi membiarkan begitu saja kurikulum 2013 ini sama saja menyimpang nanah dalam tubuh. harus ada reaksi cepat apakah ada revisi mengenai kurikulum baru ini.

Kesejahteraan guru?

Setiap kenaikan mentri yang diperranyakan pastilah bagaimana kesejahteraan guru. perlu diakui dengan naiknya tunjang guru dan sertifikasi terjadi pergeseran perilaku guru dalam menghabiskan uang, dari yang untuk membiayai sekolah sampai untuk membeli cicilan mobil. Bahkan tidk jarang sertifikat guru digadaikan untuk membayar hutang-hutang yang menumpuk.

Tidak bisa tidak pandangan guru di Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan dengan cara pndang di India, Norwegia dan negara-negara maju lainnya, banyak bahkan orang menjadi guru karena terpaksa dari pada tidak kerja, padahala dengan beban yang begitu tinggi mereka tidak punya skill apapun.

kesejahteraan yang berbanding lurus dengan kemampuan guru ini menjadi PR penting agar tidak terjadi kasus-kasus yang melibatkan guru didalamnya, kasus pemukulan siswa ketika gurunya mengajar ditempat lain adalah kasus serius. termasuk ribuan guru Honor yang kini masih berharap-harap cemas apakah dirinya akan diangkat menjadi guru bersertifikasi.

Korupsi Pendidikan

PR berikutnya bagi seorang AB adalah korupsi pendidikan yang menggurita dan sudah masuk dalam katagori siaga 1, mark up pengadaan barang, tarif menjadi kepala sekolah, korupsi dana BOS , pungutan liar dilingkungan UPTD dll adalah fakta yang tidak bisa ditutup-tutupi lagi, dari ujung Aceh sampai Papua hampir lembaga-lembaga ini terindikasi korupsi. Pertanyaannya mampukah seorang AB bisa “bertangan besi” membersihkan lingkungan pendidikan yang sudah “kotor” tersebut? , atau perlukan AB membentuk satgas korupsi pendidikan sampai dilevel kecamatan untuk melakukan kontrol agar menghemat kebocoran disana-sini.

setidaknya kami masih berharap pada anda bung Anies…

 

salam blogger

dimuat di kompasiana

 

Posted on 27/10/2014, in Education, renungan and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: