Indonesia Melawan Begal

ilustrasi-begal-motolFenomena begal di Indonesia kini memasuki babak baru, kejahatan “kambuhan” ini menjadi hits dimedia karena korbannya adalah mereka aktivis-aktivis media sosial yang kerap mencuit didunia maya. Begal sendiri menjadi prioritas ketika beberapa aktivis motor Depok “menodong” pemkot nya untuk lebih peduli akan kejahatan otomotif ini. Saking banyaknya Polda Metro Jaya mencatat ada 80 kasus begal yang terjadi sepanjang Januari 2015 di wilayah hukumnya. Sebanyak 80 kasus itu tersebar di berbagai wilayah di Jakarta dan daerah-daerah penyangganya yaitu Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Kasus Begal yang banyak menjadikan target utamanya adalah kendaraan bermotor ini adalah imbas dari pesatnya dunia otomotif Indonesia, dimana motor ibarat jajanan kacang goreng, kemudahan pembelian motor seperti kredit murah dan  permintaan kebutuhan suku cadang  menjadi sebuah jawaban. Ditambah lagi mahalnya harga suku cadang orisinil dimana pengguna motor kini mulai merambah ke segala usia. Harga yang murah barang yang original pasti akan dicari para pemilik motor baik para pemotor individu atau komunitas.

ini bukan lagi menjadi antitesa karena hal ini bisa dibuktikan dari razia di Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajur Halang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa hari lalu. Polisi menemukan di Desa yang terkenal sebagai syurga Begal ini ada ribuan suku cadang sepeda motor dari berbagai jenis, merek dan ukuran.

Bahkan ketika polisi merangsek masuk kesetiap rumah polisi menemukan ribuan unit suku cadang yang sudah dipreteli di sejumlah rumah penduduk. Desa ini disinyalir sebagai suplayer tetap kios-kios suku cadang didaerah Jabodetabek dan kota-kota luar jawa lainnya.

Kejahatan dilawan kejahatan

Masyarakat yang akhirnya geram akan kemampuan polisi untuk mengatasi lambatnya kasus ini.  pun mereka akhirnya mengambil jalan pintas yaitu memberi signal “merah” kepada siapa pun masyarakat yang ingin melakukan kejahatan begal. namun sayangnya “peringatan” inilah yang menimbulkan masalah baru yaitu melakukan aksi kriminal kepada pelaku kriminal, seperti yang baru-baru saja terjadi di Tanggerang dan Pasar Minggu.

Pelaku begal di Tanggerang  dibakar hidup-hidup tanpa ampun, bahkan api yang sudah mengecil ditubuh pelaku dibesarkan  kembali dengan menyiramkan bensin. Nasib pelaku begal di Pasar Minggu bahkan tidak kalah sadis, sang begalers (pelaku begal) setelah dipukuli bahkan dipajang dan disaksikan masyarakat sampai akhirnya begal itu pun tewas.

Masyarakat mempunyai cara sendiri bagaimana mereka ingin menuntaskan kasus ini walau tindakan kriminal itu dibalas dengan kejahatan. Saya yakin virus ini akan menyebar keseluruh pelosok Indonesia dan menunjukan fakta bagaimana rendahnya kita dalam kesadaran hukum serta menimbulkan masalah baru.

Jadi mari melawan aksi begal dengan cara-cara beradab…

bangfajar

Posted on 03/03/2015, in renungan and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: