Petaka Nilai UN dan US, Revolusi Pendidikan Yang Belum Usai

UN-PAI-2012Beberapa minggu lagi semua jenjang sekolah akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) bagi SMP dan SMA, serta Ujian Sekolah (US) bagi tingkat Sekolah Dasar. Ada permasalahan serius mengenai mekanisme pelaksanaan Ujian Sekolah (US) di SD yaitu masih terbuka celah kecurangan. bahkan terakhir Ujian untuk SMA secara masif sudah bocor.Pertanyaannya bagaimana sikap kita dengan nilai UN atau US yang sangat terindikasi bocor masihkah bisa dipertahankan keabsahannya untuk dipakai di jenjang selanjutnya ? jawaban saya jelas tidak. Fakta ini bukan hal baru bagi para guru dan orangtua murid. Ada saja modus yang digunakan oleh pihak tertentu untuk memuluskan nilai UN, apa saja ?

1. Tim “sukses” sekolah

Tim sukses ini bukan dalam artian menyukseskan pelaksanaan ujian, tetapi sekolah secara sengaja membentuk tim yang nantinya membenarkan jawaban siswa agar nilainya diatas rata-rata. Kadang disiapkan ruang “khusus” dimana ada beberapa guru yang dibayar untuk mengerjakan soal. Selain itu tugas mereka memastikan semua siswa yang sudah membayar mahal agar nilainya diatas rata-rata agar mudah bisa masuk kesekolah favorit lewat jalur nilai UN atau US. Bahkan para guru-guru disekolah tersebut dipaksa harus “diam” karena para kepala Sekolah telah mengaminkan (merestui) hal ini.

2. Memasang tarif ke orangtua Murid

Ini memang fakta, bahkan ada sekolah yang memasang tarif tertentu agar nilai UN atau US sekolahnya menjadi lebih tinggi, dan masalah biayanya disesuaikan dengan skala nilai. Jika ingin masuk sekolah bagus maka nilai UN harus tinggi dan bayarannya pun juga harus menyesuaikan. (Macam warteg lah..).Caranya ? para guru atau kepsek memanggil siswa satu persatu beberapa hari sebelum ujian, lalu ditanya kesanggupan uang yang bisa dibayarkan dan rencana mau masuk di smp atau sma yang mana. Setelah deal maka siswa membawa orangtua dan meyerahkan uang yang sudah disepakati kekepsek atau perwakilan guru.

3. Menyuap Admin kota

Ini lebih gila lagi, bagi yang punya uang dan ketatnya sistem disekolah , celah lain yang dilakukan kepsek atau walimurid adalah menyuap bagian entry data nilai UN agar ditinggikan, bisanya tarif lebih mahal dari biasanya. kadang hal ini bukan hal yang biasa, bahkan tukang parkir di dinas pendidikan saja bisa menjadi calo atau perentara ke oknum entry data.

Dari beberapa modus tersebut apakah pemerintah masih mempertahankan nilai UN atau US menjadi pintu masuk kejenjang berikutnya? harusnya tidak. Pemerintah harus membuat mekanisme uji ulang siswa yang akan masuk kesekolah masing2. Apakah anda rela jika menerima siswa dengan nilai palsu? harus ada uji standar sehingga ada kesesuaian dengan nilai UN.

Atau usulan menggunakan stantard integritas sekolah yang akan diberlakukan. maksudnya sebuah sekolah akan mendapatakan nilai integritas baik atau tinggi jika kejujuran dalam ujiannya baik. caranya ? saya sendiri kurang tahu.

Nilai US dan UN yang menipu ini bisa menjadi malapetaka yang menakutkan karena sekolah justru menerima siswa “bodong” dari sekolah entah berantah, nantinya jika ini dibiarkan aksesnya akan luar biasa, keterpurukan bangsa lewat pendidikan akan bergerak sangat masif.

kalau begitu solusinya adalah hapus UN dan US atau perbaiki secara total, dan biarkan sekolah punya seleksi penilaian yang jujur dan berintegritas

kalau tidak ? tunggu saja kehancuran negri ini.

salam blogger

Posted on 16/04/2015, in Education. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: