Cinta itu ….

jen1Baru-baru ini kita dikagetkan dengan kisah sejoli bernama Bayu Kumbara dan Jennifer Brocklehurst. Yup dari nama jenifer sudah ketahuan kan kalau itu nama londo bukan nama silsilah betawi atau nama daerah di jatimakmur Bekasi, ia adalah wanita asal Bridgewater, Britania Raya yang sempat kuliah antropologi di Andalas Sumatra Barat.

Spesialnya dari kisah cintanya tersebut bahwa bagimana perjuangan Jennifer Brocklehurst untuk menikahi Bayu Kumbara. Hal yang tak lazim bagi jaman sekarang apalagi kalau anda melihat bagaimana foto profil keduanya pasti akan terkaget-kaget.  Bagi para netizen perjuangan Jenifer adalah hal yang tidak logis, absrud dan tidak sesuai dengan skenario cinta ala sinetron. melihat Jenifer ibarat kita melihat victoria Beckham saat masih aktif di Spice girls sedangkan melihat Bayu Kumbara seperti melihat bang-abang jualan yang sering lewat didepan rumah. selidik demi selidik ternyata bayu seneng travelling dan peselancar.

tetapi itulah cinta yang yang tidak bisa diungkapkan kata-kata. perjuangan Jen tidak sampai situ demi bisa menikahi seorang Bayu ia rela “mengemis” santunan biaya pernikahan.  Agar dapat melangsungkan pernikahannya, Jen berangan-angan agar dapat mengumpulkan dana sampai 2.500 Pound Sterling, atau sekitar Rp 52 juta. Meski tak sampai memenuhi target, namun dia berhasil mendapatkan sumbangan sebesar 1.000 Pound Sterling, atau Rp 20 juta. Jen bahkan tidak meminta sepersenpun biaya dari orangtua nya di Britania seperti layaknya ABG-ABG Indonesia yang ngebet pengen kawin.

Sontak kisah cinta ini mengubah persepsi bahwa cinta itu kadang abnormal, bahwa orang cantik untuk laki-laki yang ganteng begitu juga sebaliknya. juga bahwa perjuangan cinta itu tidak mutlak milik laki-laki, ingatkah bagaimana Khodijah melamar Nabi Muhammad. Beliau meminta Nafisah, saudara perempuan Ya’la bin Umayyah untuk meneliti lebih jauh tentang Muhammad, sehingga akhirnya Muhammad diminta menikahi dirinya.

Kembali ke Jen dan bayu. Ternyata kriteria laki-laki tidak melulu harus yang bersih, wangi, kaya, flamboyan atan yan-yan yang lainnya. Mungkin bagi Jen laki-laki itu yang penting enak diajak ngobrol, kulitnya gak harus bersih, gigipun boleh reges, dan keluar dari dogma laki-laki metropolis.

Ini membuktikan sekali lagi bahwa cinta bisa saja buta. wkwkw

berikut foto-foto kemesraan Bayu dan Jen

jen2

gak harus ganteng yang penting setia, maka kamu patut diperjuangkan oleh seorang londo.

jen4

Orang Indonesia memang eksotik

jen3

Kenapa ? terguncang gan…tenang jodoh ente sudah diatur.

kira-kira lagu tulus yang judul teman hidup bisa mewakili kisah cinta mereka

yup bagi para jomblo yang belum menikah mungkin ini bisa jadi inpirasi.

salam blogger

Posted on 12/08/2015, in renungan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: