Pembahasan Soal UKG Untuk Guru SD (bag 3)

133231_620Masih penasaran kan dengan soal2 UKG ? sama lah ane juga. Kita sama2 belajar siapa tahu nilai kita sama … kalau nilai bapak ibu guru lebih tinggi maka ane juga seneng…pan katanya mau bikin pendidikan kita kayak di Finlandia …

lanjut kita menuju 20 soal berikutnya ya …silakan simak sambil belajar…bissmillah…

1. Merumuskan hakikat (pengertian,tujuan,jenis,manfaat) membaca
1. menggunakan ucapan yang tepat,
2. menggunakan frase yang tepat,
3. menggunakan intonasi suara yang wajar,
4. dalam posisi sikap yang baik,
5. menguasai tanda-tanda baca,
6. membaca dengan terang dan jelas,
keterampilan di atas, harus dipunyai dalam jenis membaca …________________
A. Membaca cerdas atau membaca dalam hati
B. Membaca bahasa
C. Membaca teknis
D. Membaca nyaring

Jawab : C

Membaca teknis adalah membaca dengan mengarahkan bacaan secara wajar. Wajar maksudnya sesuai ucapan, tekanan, dan intonasinya. Pikiran, perasaan, dan kemauan yang tersimpan dalam bacaan dapat diaktualisasikan dengan baik

2. Hal berikut dilakukan seseorang ketika membaca survai (bukan survey) , kecuali …________________
A. memeriksa judul bacaan/buku, kata pengantar, daftar isi dan malihat abstrak(jika ada)
B. memeriksa bagian terahkir dari isi (kesimpulan) jika ada
C. memeriksa indeks dan apendiks(jika ada)
D. membaca biografi pengarang

jawab : D

Membaca Survai (Survey Reading)
Membaca survai adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif.
Yang dilakukan seseorang ketika membaca survai adalah sebagai berikut :
(a) memeriksa judul bacaan/buku, kata pengantar, daftar isi dan malihat abstrak(jika ada),
(b) memeriksa bagian terahkir dari isi (kesimpulan) jika ada,
(c) memeriksa indeks dan apendiks(jika ada).

3. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.
Berdasarkan karakteristik diatas, kegiatan tersebut termasuk ke dalam membaca jenis …________________
A. Membaca Survai (Survey Reading)
B. Membaca Sekilas
C. Membaca Dangkal (Superficial Reading)
D. Membaca Nyaring

jawab:  C

Secara garis besar, membaca dalam hati dapat dibedakan menjadi dua (I) membaca ekstensif dan (II) membaca intensif. Berikut penjelasan secara rinci kedua jenis membaca tersebut :
Membaca Ekstensif

1. Membaca Survai (Survey Reading)

2. Membaca sekilas

Membaca sekilas atau membaca cepat adalah kegiatan membaca dengan mengandalakan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat.

3. Membaca Dangkal

membaca dangkal pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.

Membaca Intensif

1. Membaca Teliti
2. Membaca Pemahaman
3. Membaca Kritis
4. Membaca Ide
5. Membaca Kreatif

4. Berikut adalah tujuan umum dalam aktifitas membaca, kecuali …________________
A. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts). Membaca tersebut bertujuan untuk menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan telah dilakukan oleh sang tokoh, untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh.
B. Membaca untuk mengetahui ukuran atau susunan, organisasi cerita (reading for sequenceor organization). Membaca tersebut bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian cerita dan hubungan antar bagian-bagian cerita.
C. Membaca untuk menyimpulkan atau membaca inferensi (reading for inference).
D. Membaca untuk memperoleh kekurangan suatu buku (finding mistakes).

jawab: D

Tarigan (2008) mengemukakan tujuan membaca adalah sebagai berikut.

1)    Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau faktafakta (reading for details or facts). 

2)    Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas).

3)    Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita (reading for sequence or organization).

4)    Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference).

5)    Membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify).

6)    Membaca menilai, membaca evaluasi (reading to evaluate).

7)    Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast).

5. Simak penggalan berita berikut .
Hebat, Siswa Indonesia Pertahankan Tradisi Emas di Olimpiade Fisika!
Tim Olimpiade Fisika Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Luar biasa. Lima siswa Indonesia yang dikirim ke ajang Olimpiade Fisika atau International Physics Olympiad (IPhO) ke-41 di Zagreb, Kroasia, 17-25 Juli, berhasil menyabet empat medali emas dan satu perak.

Pelajar yang menyumbang emas adalah Muhammad Sohibul Maromi (SMAN 1 Pamekasan, Madura), Christian George Emor (SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, Sulawesi Utara), David Giovanni (SMAK Penabur Gading Serpong, Banten), dan Kevin Soedyatmiko (SMAN 12, Jakarta). Sedangkan medali perak berhasil diraih oleh Ahmad Ataka Awwalur Rizqi (SMAN 1, Yogyakarta).

Prestasi ini jauh lebih baik dibanding ajang Olimpiade Fisika ke-40 di Merida Yucatan, Meksiko, 2009 yang lalu. Saat itu, delegasi siswa Indonesia merebut satu medali emas, dua medali perak, dan satu perunggu.
Hasil empat medali emas dan satu perak ini, hampir menyamai prestasi terbaik sebelumnya pada ajang Olimpiade Fisika ke-37 di Singapura. Saat itu siswa Indonesia tidak hanya berhasil menyabet 4 medali emas, namun juga meraih predikat `Absolute Winner` atas nama Mailoa Jonathan Pradana (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta). Tapi yang terpenting lagi, pelajar Indonesia berhasil mempertahankan tradisi emas di setiap ajang Olimpiade Fisika.
Red: Endro Yuwanto
Lima siswa Indonesia berhasil mendapatkan …________________
A. 4 emas , 1 perak
B. 1 emas, 4 perak
C. 3 emas, 2 perak
D. 2 perak , 3 emas

jawab : A  (sudah jelas…gak usah ribet)

6.Surat dari ibu
Jika bayang telah pudar
Dan elang laut pulang ke sarang
Angin bertiup ke benua
Tiang – tiang akan kering sendiri
Dan nahkoda sudah tau pedoman
Boleh engkau datang padaku
Makna lambang dari nahkoda sudah tahu pedoman adalah…
________________
A. Sudah mencari pedoman hidup
B. Sudah menemukan arah dan tujuan
C. Sudah berilmu dan berpengalaman
D. Sudah mempunyai pasangan hidup

Jawab: B (nahkoda taunya arah masak jodoh ?)

7.Pendekatan untuk mendapat tanggapan emosional pembaca ataupun kesan pembaca adalah contoh Pendekatan Deskripsi jenis …________________
A. Pendekatan Ekspositoris.
B. Pendekatan Impresionistik
C. Pendekatan menurut sikap pengarang
D. Pendekatan Realistik

jawab: B

Pendekatan pendeskripsian dapat dibedakan menjadi beberapa jenis:

1.Pendekatan Ekspositoris

Penulis berusaha agar deskripsi yang dibuat dapat memberi keterangan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, sehingga pembaca seolah-olah dapat ikut melihat atau merasakan objek yang dideskripsikan. Karangan jenis ini berisi daftar rincian sesuatu secara lengkap atau agak lengkap, sehingga pembaca dengan penalarannya memperoleh kesan keseluruhan tentang sesuatu. Pemerolehan kesan ini lebih banyak didasarkan pada proses penalaran ketimbang emosional.

2. Pendekatan Impresionistik

Bertujuan untuk mendapatkan tanggapan emosional pembaca atau kesan pembaca. Deskripsi ini di antaranya ditentukan juga oleh kesan apa yang diinginkan penulisnya.

3. Pendekatan Menurut Sikap Pengarang

Pendekatan ini bergantung kepada tujuan yang ingin dicapai , sifat objek, dan pembaca. Dalam menguraikan gagasannya penulis mungkin mengharapkan agar pembaca merasa tidak puas terhadap suatu tindakan atau keadaan atau penulis menginginkan agar pembaca juga harus merasakan bahwa persoalan yang dihadapi merupakan masalah yang gawat.

8. Prinsip-Prinsip karangan Narasi sebagai berikut, kecuali …________________
A. Alur
B. Penokohan
C. Amanat
D. Sudut Pandang

jawab: C

Menurut  teman saya (gaya loh! ) Dr. Suparno dan M Yusuf ada 5 hal yang harus dijadikan prinsip dalam karangan narasi yaitu :

1.alur (plot),

2. penokohan,

3. latar,

4. titik pandang,

5. pemilihan detil peristiwa

9. 1. Menentukan tema atau amanat apa yang akan disampaikan.
2. Menetapkan sasaran pembaca.
3. Merancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema perkembangan,dan akhir cerita.
5. Memerinci peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita.
6. Menyusun tokoh dan perwatakan,serta latar dan sudut pandang.
Karakteristik diatas adalah pengembangan dari paragraf…________________
A. Narasi
B. Deskprisi
C. Ekspositoris
D. Sudut Pandang Persuasif

jawab: B

Macam-macam paragraf yang kita ketahui ada 5 jenis yaitu :

Paragraf argumentasi

merupakan paragraf yang berisi ide atau gagasan dengan diikuti alasan yang kuat untuk menyakinkan pembaca dengan isinya yang mengemukakan suatu pendapat yang diyakini.

Paragraf deskripsi

Paragraf deskripsi merupakan gagasan pokok yang menggambarkan suatu objek sehingga para pembaca seakan bisa melihat, mendengar, atau merasa objek tersebut.

Paragraf eksposisi

Merupakan jenis paragraf yang tulisannya memberikan informasi mengenai sebuah teori, teknik, kiat, atau petunjuk sehingga orang yang membacanya akan bertambah wawasan

Paragraf persuasi

Paragraf persuasif adalah paragraf yang bertujuan meyakinkan dan membujuk pembaca agar melaksanakan atau menerima gagasan penulis terhadap suatu hal.

Paragraf naratif

Merupakan bentuk paragraf yang menceritakan serangkaian kejadian atau peristiwa yang disusun berdasarkan urutan waktu terjadinya kejadian tersebut.

10. Karangan narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat disebut …________________
A. Narasi Informatif
B. Narasi Ekspositoris
C. Narasi Sugestif
D. Narasi Artistik

jawab: C

Narasi Ekspositoris Yaitu paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan secara informatif dengan tujuan memberi pengetahuan. Paragraf jenis ini menceritakan peristiwa yang benar-benar terjadi alias cerita nonfiksi seperti dalam bentuk biografi dan autobiografi.

Paragraf Narasi Sugestif Yaitu paragraf narasi yang menggambarkan rangkaian perbuatan sedemikian rupa dengan tujuan merangsang daya khayal/imajinasi pembaca, seperti dalam bentuk cerpen dan novel.
11. Ciri karangan Narasi yang benar adalah …
________________
A. Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan, Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri.
B. Berusaha Ada konfiks, menjawab pertanyaan “apa yang terjadi?”
C. Dirangkai dalam urutan waktu, menggambarkan dengan jelas suatu peristiwa
D. Berisi ajakan, dirangkai dalam urutan waktu
jawab : A
Paragraf narasi atau paragraf naratif adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menggambarkan dengan sejelas-jelasnya kepada para pembaca suatu peristiwa dalam urutan dan kurun waktu tertentu (Gorys Keraf,Argumentasi dan Narasi, 189: 136).
Atau lebih singkatnya lagi Paragraf nasimerupakan jenis karangan yang mengisahkan sebuah kejadian atau peristiwa berdasarkan urutan waktu.Karangan ini bisa berbentuk paragraf atau cerita nyata yang benar-benar terjadi atau hanya karangan fiktif seperti novel, roman dan cerpen.
12. Simak penggalan berita berikut .
Hebat, Siswa Indonesia Pertahankan Tradisi Emas di Olimpiade Fisika!
Tim Olimpiade Fisika Indonesia
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Luar biasa. Lima siswa Indonesia yang dikirim ke ajang Olimpiade Fisika atau International Physics Olympiad (IPhO) ke-41 di Zagreb, Kroasia, 17-25 Juli, berhasil menyabet empat medali emas dan satu perak.
Pelajar yang menyumbang emas adalah Muhammad Sohibul Maromi (SMAN 1 Pamekasan, Madura), Christian George Emor (SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, Sulawesi Utara), David Giovanni (SMAK Penabur Gading Serpong, Banten), dan Kevin Soedyatmiko (SMAN 12, Jakarta). Sedangkan medali perak berhasil diraih oleh Ahmad Ataka Awwalur Rizqi (SMAN 1, Yogyakarta).
Prestasi ini jauh lebih baik dibanding ajang Olimpiade Fisika ke-40 di Merida Yucatan, Meksiko, 2009 yang lalu. Saat itu, delegasi siswa Indonesia merebut satu medali emas, dua medali perak, dan satu perunggu.
Hasil empat medali emas dan satu perak ini, hampir menyamai prestasi terbaik sebelumnya pada ajang Olimpiade Fisika ke-37 di Singapura. Saat itu siswa Indonesia tidak hanya berhasil menyabet 4 medali emas, namun juga meraih predikat `Absolute Winner` atas nama Mailoa Jonathan Pradana (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta). Tapi yang terpenting lagi, pelajar Indonesia berhasil mempertahankan tradisi emas di setiap ajang Olimpiade Fisika.
Red: Endro Yuwanto
Peristiwa yang diberitakan adalah …________________
A. siswa Indonesia pertahankan tradisi emas di Olimpiade Matematika
B. siswa Indonesia pertahankan tradisi emas di Olimpiade Fisika
C. siswa Indonesia menyumbang emas di Olimpiade Matematika
D. siswa Indonesia menyumbang perak di Olimpiade Fisika
jawab: B  (kan selalu dapat emas di even sebelumnya, cuma sekarang lebih nambah)
13. Langkah menyusun paragraf deskripsi yang benar adalah …
(1).Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan.
(2).Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan.
(3).Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan).
(4).Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan.
(5).Tentukan tujuan.
________________
A. 1-5-2-3-4
B. 1-5-4-3-2
C. 1-5-3-2-4
D. 1-3-4-2-5
jawab : A
Menurut Setiawan Djuharie (2001: 57), meliputi di bawah ini.
  1. Menentukan atau memilih tema atau topik karangan
  2. Menetapkan tujuan
  3. Mengumpulkan informasi/bahan
  4. Membuat kerangka tulisan
  5. Mengembangkan kerangka karangan

Masuk Materi Matematika

14. Dalam tahap ini penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlihat dalam memanipulasi (mengotak atik)objek.
Proses tersebut menurut Bruner dikategorikan ke dalam model …________________
A. Tahap Enaktif
B. Tahap Ikonik
C. Tahap Simbolik
D. Tahap Implikatif
jawab: A

Berikut ini disajikan contoh penerapan teori belajar Jerome S.Bruner seorang ahli psikologi (1915) dari Universitas Harvard, Amerika Serikat. dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

1. Tahap Enaktif.
Dalam tahap ini penyajian yang dilakukan melalui tindakan anak secara langsung terlihat dalam memanipulasi (mengotak atik)objek. lebih kepengalaman misalnya 3-2 = 1 … menjadi siswa mengambil 3 permen lalu dimakan 2 permen maka sisa 1 permen.
2. Tahap Ikonik
Dalam tahap ini kegiatan penyajian dilakukan berdasarkan pada pikiran internal dimana pengetahuan disajikan melalui serangkaian gambar-gambar atau grafik yang dilakukan anak, berhubungan dengan mental yang merupakan gambaran dari objek-objek yang dimanipulasinya.  contoh : burung + ayam = ada dua hewan
3. Tahap Simbolis
Dalam tahap ini bahasa adalah pola dasar simbolik, anak memanipulasi Simbol-simbol atau lambang-lambang objek tertentu.  contoh : L= P x l

15. Perhatikan contoh berikut.
Contoh : 2 pinsil + 3 pinsil = …pinsil
Contoh tersebut dikemukakan Bruner dalam Proses Pembelajaran Matematika dalam tahap …________________
A. Simbolik
B. Ikonik
C. Implikatif
D. Enaktif

Jawab : A

16. Perhatikan contoh berikut.
penjumlahan bilangan positif dan negatif siswa mencoba sendiri dengan menggunakan garis bilangan.
Contoh tersebut dikemukakan Bruner dalam Teorema Pembelajaran Matematika …________________
A. Penyusunan
B. Notasi
C. Pengkontrasan dan Keanekaragaman
D. Pengaitan

Jawab: A (dikarenakan dengan membuat atau menyusun garis bilangan siswa akan tahu loncatan hitung mundur atau sebaliknya)

Bruner pada tahun 1963 mengemukakan empat teorema /dalil-dalil berkaitan dengan pengajaran matematika yang masing-masing disebut “teorema atau dalil” .Keempat dalil tersebut adalah :

A. Dalil Konstruksi / Penyusunan ( Contruction theorem)

Didalam teorema konstruksi dikatakan cara yang terbaik bagi seorang siswa untuk mempelajari sesuatu atau prinsip dalam matematika adalah dengan mengkontruksi atau melakukan penyusunan sebuah representasi dari konsep atau prinsip tersebut.

B. Dalil Notasi (Notation Theorem)

Menurut teorema notasi representase dari suatu materi matematika akan lebih mudah dipahami oleh siswa apabila didalam representase itu digunakan notasi yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif siswa. contoh : x + 3 = 8.

C. Dalil Kekontrasan dan Variasi ( Contras and Variation Theorem)

Menurut teorema kekontrasan dan variasi dikemukakan bahwa suatu konsep matematika akan lebih mudah dipahami oleh siswa apabila konsep itu dikontraskan dengan konsep-konsep yang lain sehingga perbedaan antar konsep itu dengan konsep-konsep yang lain menjadi jelas. contoh : misalnya ada persegi panjang yang posisinya bervariasi (ada yang dua sisinya yang berhadapan terletak horisontal dan dua sisi yang lain verttikal, ada yang posisinya miring, dan sebagainya), ada persegi panjang yang perbedaan poanjang dan lebarnya begitu mencolok, dan lain sebagainya.

D. Dalil Konektivitas dan Pengaitan (Conectivity Theorem)

Didalam teorema konektivitas disebut bahwa setiap konsep, setiap prinsip, dan setiap ketramplan dalam matematika berhubungan dengan konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan ketrampilan-ketrampilan lain.

17. Perhatikan contoh berikut.
Guru menjelaskan persegi panjang, disertai juga kemungkinan jajaran genjang dan segi empat lainnya selain persegi panjnag. Dengan demikian siswa dapat membedakan apakah segi empat yang diberikan padanya termasuk persegi panjang atau tidak.
Contoh tersebut dikemukakan Bruner dalam Teorema Pembelajaran Matematika …________________
A. Penyusunan
B. Notasi
C. Pengkontrasan dan Keanekaragaman
D. Pengaitan

jawab: C (sudah jelas)

18. Tahap pembelajaran Matematika menurut Van Halle adalah sebagai berikut, kecuali ..________________
A. Tahap Pengenalan
B. Tahap Pengurutan
C. Tahap Analisis
D. Tahap Penyimpulan
jawab: D

Lima Tahap Pemahaman Geometri menurut Van Hiele

  1. Tahap Pengenalan

Pada tahap ini siswa baru mengenal bangun-bangun geometri seperti bola,kubus,segitiga,persegi dan bangun geometri lainnya.Pada tahap pengenalan anak belum dapat menyebutkan sifat-sifat dari bangun geometri yang dikenalnya.

  1. Tahap Analisis

Pada tahap ini anak sudah dapat memahami sifat-sifat dari bangun-bangun geometri.Misalnya,pada sebuah balok banyak sisinya ada 6 sedangkan banyak rusuknya ada 12.Dan ketika kita tanya,“ Apakah balok itu kubus?”,maka anak tidak dapat menjawab.Karena pada tahap ini anak belum mampu mengetahui hubungan keterkaitan antar bangun.

  1. Tahap Pengurutan

Pada tahap ini siswa sudah mampu mengetahui hubungan keterkaitan antar bangun geometri.Misalnya, siswa sudah mengetahui kubus itu balok,belah ketupat itu laying-layang,dan sebagainya.Pada tahap ini anak sudah dapat menarik kesimpulan secara deduktif.Tetapi belum mampu memberi alasan secara rinci.

  1. Tahap Deduksi

Pada tahap ini anak sudah dapat memahami deduksi,yaitu mengambil kesimpulan secara deduktif.Pengambilan kesimpulan secara deduktif yaitu penarikan kesimpulan dari hal-hal yang bersifat khusus ke umum.Misalnya, Matematika karena pengambilan kesimpulan,pembuktian teorema,dan lain-lain dilakukan secara deduktif.

  1. Tahap Keakuratan

Merupakan tahap akhir perkembangan kognitif anak dalam memahami geometri.Dalam tahap ini anak sudah dapat memahami pentingnya ketepatan dari prinsip-prinsip dasar yang melandasi suatu penelitian.Tahap keakuratan merupakan tahap tertinggi dalam memahami geometri.

19. • Matematika untuk tujuan pembelajaran dianalisis sebagai kumpulan fakta yang berdiri sendiri dan tidak saling berkaitan.
• Anak diharuskan menguasai unsur-unsur yang banyak sekali tanpa diperhatikan pengertiannya.
• Anak mempelajari unsur-unsur dalam bentuk seperti yang akan digunakan nanti dalam kesempatan lain.
• Anak akan mencapai tujuan ini secara efektif dan efisien dengan melalui pengulangan.
Teori Pembelajaran Matematika tersebut dikemukakan oleh …________________
A. Skinner
B. Piaget
C. Van Brownell
D. Thorndike
jawab: C

Teori Brownell nih kawan kadang disebut lawan dari teori “drilisasi” hajar terus sampai jago.

20. Tahap operasional/operasi konkrit adalah teori Pembelajaran Matematika yang dikemukakan Peaget pada tahap usia …________________
A. dibawah 2 tahun
B. 2-7 Tahun
C. 7-8 Tahun
D. 7-12 Tahun
jawab: D

Piaget mengemukakan penahapan dalam perkembangan intelektual anak yang dibagi ke dalam empat periode, yaitu

1. Periode sensori-motor ( 0 – 2,0 tahun )

2. Periode pra-operasional (2,0 – 7,0 tahun )

3. Periode operasional konkret ( 7,0 – 11,0 tahun )

4. Periode opersional formal ( 11,0 – dewasa )

 

 

Posted on 04/11/2015, in Education. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Pupus Damayanti

    thanks bang informasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: