Kurt Cobain : Orang tua, Musik, dan sebuah nilai kehidupan

Kurt-Cobain-curiosidaes1Siapa yang tidak kenal sebuah band bernama Nirvana? sebuah grup Rock and Roll di era 90-an yang lahir di sebuah kota kecil dan bergerak disektor kayu kota Aberdeen, Washington Amerika Serikat , Band ini di gagas oleh seorang pemuda bernama Kurt Cobain, Ibunya sendiri bernama Wendy O’Connor sedangkan ayahnya bernama Don Cobain. Ya kita sudah tahu bahwa Kurt Cobain akhirnya tewas bunuh diri pada 5 April, 1994, di Seattle rumahnya sendiri. Ia menempatkan senapan tepat ke mulutnya dan menembakkannya, membunuh dirinya secara cepat.

Mengenal Kurt

Dalam film dokumenter Kurt Cobain berjudul “Kurt Cobain Montage of Heck” (2015) dan buku biografi nya berjudul “Heavier Than Heaven”  ada pelajaran berharga yang kita harus petik dari seorang Kurt Cobain. Kurt dilahirkan pada hari Senin 20 Feb 1967. Pada umur 5 tahun orangtuanya membawa kurt ke dokter anak, saat itu dokter yang menangani adalah dr Fulton. Berdasarkan tes diagnosis, kurt didiagnosa Hiperaktif, kita ketahui anak Hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and hyperactivity disorder (ADHD). Menurut pakar psikologi UI Sani Budiantini Hermawan, Psi., Hiperaktif bisa juga gangguan tingkah laku yang tidak normal, disebabkan disfungsi neurologis dengan gejala utama tidak mampu memusatkan perhatian.

Penolakan Orang Tua dan lingkungan

Penderitaan neurologi Kurt Cobain tidak berhenti , fakta empiris ini tidak serta merta membuat sang ayah yang seharusnya lebih sabar dalam melihat kondisi sang anak. Don Cobain sang ayah justru tidak bisa menerima kenyataan, ia justru menganggap kelainan pada Kurt adalah sebuah aib bagi keluarga, ia meremehkan dan bahkan mengejek anaknya sendiri. Inilah permulaan yang membuat seorang Kurt malu dan terluka atas dirinya sendiri, sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan seorang ayah. Belum selesai masalah munculah masalah lain, pada umur 9 tahun kedua orang tua Kurt memutuskan bercerai, sesuatu hal yang belum lumrah di era kebangkitan Amerika di tahun 70-an. Rasa malu berkumpul menjadi satu karena tidak bisa menikmati hidup layak seperti keluarga lain. Selanjutnya ia sempat tinggal bersama ibunya, karena masalah perilaku yang sulit dikontrol sang ibu menyerahkan kembali ke sang ayah yang memang sudah beda tempat tinggal, disana Kurt tinggal bersama ayah dan ibu tirinya. Kembali dianggap nakal oleh ayah dan ibu tirinya Kurt lagi-lagi diusir dan tinggal di rumah saudara dari pihak ibu dan terus tinggal tidak tentu dari rumah kerumah. Yang paling menyedihkan baginya adalah sebetulnya ia ingin sekali tinggal bersama ibu kandungnya sendiri tapi selalu ditolak. Inilah awal munculnya “monster” dalam kepribadian Kurt Cobain.

Musik dan Narkoba sebagai Pelarian

Kita tahu masa puber menjadi pemicu gejolak remaja, bagaimana rasanya menjadi seseorang muda yang mempunyai hasrat “bergerak” lebih dibandingkan dengan orang lain lalu menjadi korban perceraian dan tidak diterima secara fisik oleh keluarga kesemua digabung menjadi satu. Maka ada satu jalan yang ditempuh kurt menemukan satu bentuk ekspresi yaitu mariyuana (baca: Ganja) dan musik. Dikamar ia bisa seharian menghilangkan depresi batin masa kanak-kanak dan remaja, jauh dari orangtua yang ada hanyalah kebebasan, bersama teman-teman sealiran ia mulai menjadikan musik sebagai pelampiasan sampai akhirnya membentuk band rock and roll bernama Nirvana. Disinilah babak baru kehidupannya berlangsung.

Mengakhiri Hidup

Kurt Cobain dan Nirvana memang benar-benar menjadi idol, album kedua Nirvana berjudul Nevermind dirilis pada 24 September 1991, diluar dugaan album bercover gambar seorang bayi yang sedang menyelam ini telah terjual hingga mencapai 500.000 keping. Pada hari Helloween 31 Oktober 1991 Nirvana pun mendapat penghargaan piringan emas, saat inilah seluruh radio Amerika Eropa Australia Jepang Brazil dan di negara-negara lain berlomba-lomba memutar lagu Nirvana berulang-ulang, bahkan dibulan juli 1992 tepatnya setahun kemudian, Nirvana telah mencapai angka penjualan sebanyak 8 juta keping album di seluruh dunia. Sebuah puncak kedigjayaan dari semua keinginan seniman musik seantero negri. Tetapi ketenaran ternyata tidak bisa membeli kebahagian, walaupun sudah sampai dipuncak kesuksesan, kecanduan terhadap heroin dan depresinya makin menjadi-jadi, depresi dan bayang-bayang masa lalu selalu menghantuinya, bahkan beberapa kali di rehabilitasi medis akhirnya pada tanggal 8 april 1994 jenazah Cobain ditemukan di sebuah ruangan di atas garasi rumahnya di Lake Washington otopsi memperkirakan Cobain tewas pada 5 April 1994 dengan mengarahkan pistol ke dalam mulutnya.

Pelajaran Bagi Para Orang Tua

Memang banyak faktor yang akhirnya bisa membuat seseorang berprilaku demikian, tetapi sebetulnya sebagai para pengemban amanah Tuhan (baca: Orangtua) sebetulnya hal tersebut bisa diminimalisir. Bahwa kenyataan seseorang anak mengalami diagnosis hiperatif sebetulnya bukanlah sebuah kutukan, tetapi harus menjadi sebuah pendewasaan orang tua, bukan justru sikap menolak dan menyalahkan genetik semata. Pola asuh yang keliru pada masa kanak-kanak dan remaja akan menjadi sebuah penyesalan dimasa depan. Termasuk keputusan perceraian yang masih akan sangat berdampak traumatik pada jiwa seorang anak, karena mereka akan selalu menjadi korban utama. Materi parenting yang berkembang belakangan ini seharusnya menjadi awal bagaimana mengasuh dan mendidik anak dengan benar.

Menurut majalah online Boldsky.com (2015) mengubah perilaku buruk orangtua pada anak sama pentingnya dengan memberikan nutrisi dan pendidikan bagi si kecil. Ada empat kesalahan yang sering dilakukan orangtua pada anak dewasa ini. yaitu:

Mendisiplinkan: Mendisiplinkan sering dijadikan alasan untuk mendidiki anak. Disiplin memang penting, namun jika terlalu keras dan ketat dapat membuat anak membenci orangtua. Jangan sampai orangtua menciptakan mimpi buruk pada anaknya.

Mengabaikan: Mengabaikan kebutuhan fisik atau kebutuhan emosional anak dapat membuat mereka merasa ditinggalkan. Umumnya, orangtua yang bekerja sering lupa bahwa anak tidak hanya cukup diberikan materi tapi juga kasih sayang.

Terlalu banyak memuji : Sangat penting untuk membentuk jati diri anak dengan cara yang sehat. Jika Anda memujinya terlalu banyak, anak akan tumbuh sebagai orang dewasa yang egois dan arogan.

Memanjakan: Terlalu memanjakan anak akan membuatnya malas berusaha. Daripada memanjakan, akan lebih baik jika anak dipersiapkan untuk menghadapi realitas kehidupan

Keegoisan orang tua dan rendahnya kemampuan belajar pola pengasuhan anak kadang lebih besar dari hasrat lainnya. Kadang pula sedikit waktu bagi kita hanya untuk sekedar menanyakan PR anak disekolah, hanya karena embel -embel rutinitas kegiatan ekonomi ditempat kerja. Atau mengkambingkan rendahnya intelektualitas dirinya sendiri sehingga kealpaan pola asuh dianggap sebuah kewajaran. Mendidik anak adalah sebuah bagian dari perjalanan hidup yang terus berlangsung, karena karena kesalahan sedikit di masa kecil akan berdampak sangat besar bagi anak kita nantinya. Simaklah surat terakhir Kurt Cobain sebelum ia ditemukan mati bunuh diri:

“……. tapi aku telah mulai membenci semua orang sejak aku berumur tujuh tahun. Hanya karena mereka terlihat begitu mudah bergaul, dan berempati. Empati! kupikir itu disebabkan karena cinta dan perasaanku yang terlalu besar pada orang-orang. Dari dasar perut mualku yang serasa terbakar, aku ucapkan terima kasih atas surat dan perhatian kalian selama ini. Aku hanyalah seorang anak yang angin-anginan dan plin-plan! Sudah tidak ada semangat yang tersisa dalam diriku. ……”

Selamat jalan Kurt semoga tidak ada lagi anak manusia yang bernasib sama seperti mu…

 

salam blogger

bangfajar

pendidik di sebuah sekolah dasar

silahkan buka artikel saya yang lain di https://bangfajars.wordpress.com

 

 

Posted on 23/01/2016, in renungan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: