LGBT dan Kita …. Iya Kita

medium_47tolak_lgbtTahu kan issu yang sedang ramai dibicarakan sekarang? apalagi kalo bukan masalah LGBT, jujur aja istilah ini baru ngetren sekarang, bahkan dimedsos. Saya memang termasuk orang yang gak seneng ngelihat kayak hal begituan selain salah disisi agama trus juga kayaknya gak nikmat aja kalo masalah cinta tapi sama merek. Kaya kereta sama kereta atau terowongan kereta vs terowongan kereta..hih.

Saking semangatnya ikut temen2 yang anti prilaku LGBT saya bahkan sempet 3 hari twit war (perang kata-kata via medsos) sama orang yang pro LGBT, eh malah ujung-ujungnya kita ditanya ukuran kelami* berapa, masih ngasih “kode” aja mereka…hadeuh.

Jauh sebelumnya virus LGBT ini memang sudah ada loh, sejak masih aktif jadi pers mahasiswa di Solo sekitar tahun 2003-an saya pernah dikirim liputan majalah mahasiswa dari Universitas Parahyangan,  mereka sempat investigasi keberadaan kaum homo di Bandung, dan bagi saya itu adalah hal yang “luar biasa” karena ternyata mereka bisa membentuk komunitas para pecinta sejenis secara masif (saat tahun itu loh), untuk menyamarkan mereka memberi nama dengan istilah GAYa yang dipimpin oleh Dede Oetomo.

Iya siapa sih yang tidak kenal dia ? Dede Oetomo, PhD ? mantan dosen Universitas Airlangga. Sebagai pionir komunitas Gay Indonesia Dede bicara sangat lancar, cenderung cepat, blak-blakan. Sebagai leader Gay  saat itu ia termasuk tipe intelektual yang berani melawan arus. Ketika teman-temannya masuk Golkar, partai berkuasa yang menjanjikan karier cemerlang dan kemapanan materi, Dede Oetomo justru masuk Partai Rakyat Demokratik. Ia menggunakan forum apa saja untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa manusia itu tidak hanya laki-laki dan perempuan, tapi juga gay, lesbian, waria. Bersama teman-teman sesama gay, Dede Oetomo menerbitkan majalah khusus kaum gay. Berbagai aspek tentang gay dibahas tuntas.

Tahun 2004, publik dikagetkan, karena poster dan brosur Dede Oetomo tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Ternyata, penerima Felipa de Souza Award dari International Gay and Lesbian Human Rights Commision pada 1998 ini mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah, dan Alhamdulillah ia kalah.

Gara-gara itu akhirnya saya jadi tahu bahwa mereka membentuk gerakan dan simbol-simbol tertentu dan menuju kekuatan independen politik. Bukan saja secara politik mereka juga membuat bahasa sendiri termasuk urusan kode diranjang (serem ya). Beberapa istilah mereka ada yang lazim kaum LGBT gunakan, seperti istilah bronis, kakus, Straight, lekong, soft, cus , Setor Laba , cuci dandang, Servis Knalpot, kuras dapur, dll. tak perlu lah saya jelaskan satu persatu intinya mengerikan !

Dan kini kita lihat ternyata beberapa tahun kemudian komunitas mereka semakin membesar bahkan dengan bendera bernama Arus pelangi. Komunitas yang isunya mendapat suntikan dana milyaran rupiah dari UNDP agar Indonesia bisa jadi negara kesekian yang melegalkan laki sama laki di pelaminan.

Bayangin aja kalau kita diundang resepsi nikahan ternyata pasangannya laki ama laki atau cewek ama cewek, lah rusak negeri kita. Ingat Allah nyiptain Adam dan Hawa bukan Adam sama Hendra.

Lalu berbahayakah jika makin banyak orang yang terjangkiti “virus” LGBT ini? yang pasti sudah jelas iya.

Memang bahaya ya? Iya lah ndroo!

Bayangkan kalau tentara kita sudah terjangkiti LGBT selain bakal mewarisi LGBT ke anak buahnya nanti selain itu naluri membunuh musuh bisa saja terkikis.

Kira-kira ginilah salah satu anekdok tentara LGBT di forum kaskus, simak ya…

kolonel elsye : kopral jono,,,,,,,,
kopral jono : siap bapake kumendan

kolonel elsye : kesindang yey,,,, capcus,,,,,,cepetan,,,,,ike kasih waktu 10 detik,,,,, awas kalo lebih,,,,,hukumannya pantat yey ike gerayangin ,, eh maksudnya ike tabokin,,,,

kopral jono : buset dah berlari tergopo2 menuju kumendan elsye sambil melirik jam ditangan,,,,,

kolonel elsye : ummmm hari indang ike denger banyak berondong baru yg masuk ya ,,,,ummmm eike perintahkan desse suruh mereka masuk ke ruangan eike, eike mau periksa kesehatan mereka satu2,,,,yg ganteng en sehat eike mau jadiin wakil kumendan,,,,

kopral jono : siap laksanakan kumendan

kumendan elsye : yu mari cyiin,,,, capcus ya,,,,eike tunggu diruangan eike,,,,,

#serem kan

Bahaya bagi anak

Baru tahu LGBT bisa “menulari” anak-anak ?

Lah iya lah, bayangin saja kalau anak kita terjangkiti “penyakit” kaya ginian sereum banget, mau di taruh mana muke kite bang?. Bahkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengakui baru-baru ini mendapatkan laporan adanya anak – anak SD  di bawah umur yang melakukan perilaku seksual menyimpang atau sudah melakukan hubungan sejenis.

Malah beberapa bulan lalu kita dikagetkan sebuah akun twitter yang dikelola anak-anak bocah ingusan dimana followernya sudah tembuh lebih dari 3000 orang. Hebohnya akun twitter yang rata-rata anak smp homo ini saling mention gambar-gambar dan ujaran-ujaran yang berbau “ranjang” seperti foto hubungan seranjang antara laki dan laki, foto kelamin, foto telanjang dan ajakan untuk kencan, namanya “kencan” mereka tuh bukan kayak dateng ke kebon binatang trus beli es , tapi lebih dari itu semua kencan para LGBT ini diakhiri dengan bobo bareng…ngeri gak tuh? tau kan istulah bobo bareng?

Ditambah lagi kini satu persatu para para penghias media sudah mulai menampakan jati dirinya, saya gak perlu sebut nama ya.. dimulai dari Indra *ekti sampai Saiful *amil, lalu besok siapa lagi?. Kini makin kekar seorang laki-laki ternyata tidak sebanding dengan kejantannya. justru makin kekar badan seseorang pria kita-kita nih malah harus jadi curiga. nih orang badannya kekar buat nyari laki apa perempuan. dah gitu istilah cowok ganteng kini sudah punya cowok juga jadi pembenaran, ini warning loh bagi para wanita jomblo..he3x..

intinya siaga satu LGBT di negara ini ini memang makin menakutkan. Nanti kalau sudah terlanjur menyebar maka kita-kita juga yang akan menanggung akibatnya, Orang tua, pemerintah sekolah dan lain-lain harus bahu membabu menahan gerakan bahaya ini gaes…

Mengutip gaya stand up adik kelas saya di FKIP UNS Dodit Mulyanto.. membatasi dan pelan-pelan menghilangkan LGBT di bumi Indonesia ini adalah tugas kita …. iya kita…

 

salam blogger

Bangfajar

penulis adalah anak kampung yang kini mengajar di sekolah kecil dipinggiran Bekasi

baca artikel lainnya di https://bangfajars.wordpress.com

Posted on 29/02/2016, in renungan. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. syereeemmm .. #ish

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: