Surat Terbuka Dokter Spesialis Kebiri untuk Jokowi

kebiriSelamat siang pak jokowi perkenalkan saya dokter spesialis kebiri dari Amerika. Kebetulan kemarin saya membaca berita tentang negara anda di kertas koran bekas nasi uduk langanan saya dekat prapatan pinggir kali kota Bronx yang biasa saya beli pagi hari sebelum kerja.

Disitu saya membaca bahwa bapak baru saja menandatangani Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dan bapak bilang bahwa di Indonesia telah menetapkan kejahatan seksual kepada anak sebagai kejahatan luar biasa.

Jujur pak saya salut!

Selain itu bapak juga menambahkan pemberatan berupa tambahan pidana sepertiga dari ancaman penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu ada juga ancaman hukuman seumur hidup dan hukuman mati.

Dan yang menghebohkan masyarakat bapak dan dunia adalah tambahan pidana alternatif yang diatur yaitu pengumuman identitas pelaku, pemasangan alat deteksi elektronik dan kebiri kimia.

Tau gak pak?… ketika saya membacanya pipi saya meneteskan air mata, bukan karena pedesnya sambel nasi uduk yang saya makan.

Bagaimana tidak baru saja kemarin di Brazil ada 30 pria yang melakukan pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang remaja putri (16 thn) di Rio de Janeiro. Sadisnya lagi video pemerkosaan masal itu malah diunggah pelaku di sosmed dan bisa ditonton banyak orang.

Selain itu saya juga denger kalau di negara bapak baru saja ada seorang siswi Sekolah Menengah Pertama di daerah Satu Atap Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejanglebong bernama Yuyun, yang menjadi korban pemerkosaan. pembunuhan dan dilakukan oleh 14 tersangka.

Gak hanya diperkosa anak gadis itu juga dibunuh dan dibuang mayatnya ke tebing.

Saya kadang malu denga negara saya, karena ditempat saya (Amerika) kasus pemerkosaan sudah lebih sadis, menurut the Centers for Disease Control and Prevention (CDC) rata-rata, 24 orang per menit menjadi korban perkosaan.

Gak kalah dengan Amerika di India menurut Biro Catatan Kejahatan Nasional India (NCRB), terdapat 33 ribu kasus pemerkosaan setiap tahunnya. Bahkan selalu ada satu perempuan yang diperkosa setiap 20 menit di India.

 

Di Denmark bahkan lima dari 10 perempuan yang diwawancarai mengaku pernah mengalami tindak kekerasan seksual sebelum usia mereka mencapai 15 tahun. Sedangkan di Zimbabwe setidaknya ada laporan satu perempuan yang diperkosa setiap 90 menit.

Termasuk di Swedia, negara ini juga memiliki kasus pemerkosaan tertinggi. Menurut badan statistik di Swedia, satu dari empat total perempuan di Swedia mengalami kasus pemerkosaan. Badan statistik itu bahkan melaporkan, setiap dua detik ada satu perempuan yang di perkosa di Swedia.

Melihat sadisnya angka pemerkosaan itu cocoklah pak , bapak segera mengeluarkan perpu kebiri, ya tujuannya agar laki-laki tidak main-main lagi dengan anunya … khususnya di Indonesia

Pak Jokowi yang terhormat,

Sebetulnya ada banyak cara-cara kebiri yang bisa dilaksanakan di Indonesia agar para pelaku tidak lagi mengulangi perbuatan, menurut ilmu kedokteran yang saya pelajari, ada dua cara pengkebirian, yaitu pembedahan dan suntikan kimiawi. Baik secara tradisional maupun cara modern.

Biar saya jelaskan…

Pertama dengan cara tradisional, cara tradisional ini biasanya dilaksanakan atas dasar keagamaan dan budaya sebuah negara.  Salah satunya dengan cara langsung memotong kemaluan, ini sebagai sebuah simbol “merampas” kekuatan dan keperkasaan mereka.

bagi para calon yang akan dikebiri gak usah takut … kebiri dengan pembedahan ini cuma diangkat (amputasi) testisnya (sebagai tempat produksi hormon testosteron) menggunakan pisau, gak gede kok pisaunya.. ya cuma seukuran golok buat motong qurban gitu deh. Gak sakit…cuma perih-perih enyoi…

Dan jangan juga takut bagi terpidana yang sudah dikebiri semacam ini, pemerintah bisa memperkerjakan mereka sebagai “kasim” istana negara. Hanya tinggal dibikin perpunya aja lagi.

Layaknya kerajaan kaisar di China, Mesir  dan Byzantium dulu, para kasim dipekerjakan dan diterima pada kelas sosial istimewa alias pegawai birokasi rumah tangga istana.

Jadi jangan kaget kalo anda sering ke istana negara ada nanti yang sering mondar-mandir di istana biasanya sudah….ya gitu deh..

Berikutnya pak….. ada kebiri modern. Untuk cara modern ini pak, saya ahlinya. caranya yaitu mereka diberi cairan dengan disuntik lalu dimasukan sebuah zat kimia khusus. Yang pasti bukan tinta printer.

Tujuannya agar asupan hormon testisteron menghilang. Dengan hilangnya hormon testisteron ini akan berdampak untuk mengurangi hasrat seksual, obsesi dan perilaku kejahatan seksual.

Yang pasti kalo orang sudah di suntik kayak ginian pasti “itu-nya” sudah gak bangun lagi.

Syukurin lagian siapa suruh anak orang di perkaos…eh diperkosa.

Karena sistemnya modern maka bisa saja dibuat lebih heboh…misalnya acara dikebiri ini bisa dilakukan secara live oleh TV nasional sambil diselingi acara kuis atau sekalian diadakan disela-sela acara kayak dangdut akademi.

Tujuannya  biar terdakwa yang sedang dikebiri gak terlalu tegang dan bisa sambil  joget-joget sambil di pandu oleh trio MC Ramzi, Irfan Hakim, dan Rina Nose.

Tapi yang pasti hasil jahitan kebiri tidak perlu lah dikomentari oleh juri sekelas Iis Dahlia, Inul Daratista, atau  Rita Sugiarto.

Lalu berikutnya untuk masalah jasa harga atau biaya operasi kebiri bagi dokter yang melaksanakannya, saya sudah gogling di yahoo kemarin.

Jadi gini pak …..saya tahu negri bapak sedang menderita, harga listrik makin naik, harga daging tembus 120rb/ kilo, garam impor, gandum impor bahkan bahan baku tempe saja impor.

… tapi saya denger-denger negri bapak jor-joran untuk bayarin siapa itu namanya…oh iya pembalap Rio haryanto, bapak berani membayar 15 juta euro atau setara 270 Milyar untuk modalin Rio masuk F1.

Bahkan sebelumnya ada rencana uang itu hasil dari patungan PNS se indonesia.

Ternyata kini hasilnya Rio mengecewakan, kan mubazir uangnya ? ya iyalah … tapi yah sudahlah…

Lalu kemarin saya sudah nanya teman2 saya di Indonesia ….. katanya untuk biaya mengkebiri kucing jantan di daerah Margonda sekitar Rp 200.000,- dan untuk kucing betina Rp 280.000,- itu sudah termasuk obat bius, antibiotik, salep dan kopi. kok kopi? iya katanya kopi buat pemilik kucing yang lagi nunggu kucingnya dikebiri. halah!

Sedangkan harga untuk mengkebiri anjing jantan yang beratnya 2-5 kg Rp. 600 ribu dan 6-10 kg Rp. 650 ribu.

Tapi apa iya bapak jokowi mau kasih kita fee para dokter ini sama dengan harga kebiri kucing…yah gak cukup pak, kita kuliah kedokteran aja mahal. kalo saya sih pak usul dimentokin aja pak ya sekitar Rp 300rb.

Dan masih di koran yang dibungkusan nasi uduk itu pak , saya juga membaca ternyata banyak juga warga bapak yang masih gak setuju dengan hukuman kebiri, padahal status kasus perkosaan di negri bapak sudah sedemikian mengerikan.

Gak hanya IDI , katanya juga ada Psikolog Elly Risman yang ikut menolak adanya hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual. Kata mereka kejahatan seksual adalah akibat kerusakan otak. lah iyalah kalo gak rusak gak bakal memperkosa.

Sedangkan alasan para dokter IDI kebiri itu merupakan pelanggaran terhadap sumpah dan kode etik dokter mengenai keutamaan kesehatan pasien.

Ah jangan didengar pak jokowi …dokter IDI kayak gak tau aja sudah banyak dokter kok yang suka melanggar sumpahnya…he3x

Dan adanya perpu ini menunjukan kalau pak jokowi memang tidak main-main dengan kejahatan ini. gak apa pak..teruskan saja perpu ini…mereka gak tahu rasanya jadi korban.

jadi kalau memang dibutuhkan insya Allah saya bersedia pak untuk bantu negara bapak jadi tim pengkebiri para penjahat kelamin ini.

Sekalian buat nambahin cicilan motor supra saya yang belon lunas…

Demikian pak surat saya untuk bapak, jangan dimasukin hati ya pak, nanti kita sambung lagi. kebetulan ini lagi anter anak saya TPA dideket kelurahan Bronx. sampai jumpa lagi ya…

 

salam Blogger

 

bang fajar

 

penulis adalah seorang pengajar di sebuah sekolah kecil dipinggir kota dan kini lagi fokus latihan UFC untuk mempertajam insting memasak.

baca artikel saya lainnya di https://bangfajars.wordpress.com

 

Posted on 02/06/2016, in renungan. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: