Satria Dharma, Gerakan Literasi dan Fishbone

gerakan-literasi-sekolah-284x300Akhir-akhir ini kemendikbud sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan gerakan membaca untuk menjadi budaya, walaupun agak sedikit terlambat, tetapi saya akan mengucapkan terima kasih untuk penggagas nasional gerakan ini kepada ketua IGI (ikatan Guru Indonesia) Satria Dharma di awal tahun 2013-an.

Terakhir IGI baru saja  mengadakan Seminar Nasional dan Deklarasi Gerakan Seribu Sekolah Menulis yang digagas Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Sumenep, menghadirkan Konsultan Budaya Literasi Kemendikbud sekaligus pendiri IGI, Satria Dharma, pada Minggu (15/05).

Gerakan ini dahulu juga mendapat respon oleh mantan mendiknas Anies Bawesdan sehingga gerakan ini menjadi meluas secara nasional dan cerita selanjutnya tentang deklarasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS).  tentang GIM (Gerakan Indonesia Mengajar), dan hasil keputusan Permendiknas 21/2015 tentang Kewajiban Membaca 15 menit setiap hari hari sebelum pelajaran dimulai. Dan diakhiri sengan Permendikbud Nomor 23/2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Sebagai penggagas gerakan Literasi nasional saya salut kepada bang Satria Dharma. Bagi beliau (Satria) yang dilakukannya melalui gerakan literasi, sebenarnya adalah gerakan kecil, gerakan yang ia sebut dapat mengantarkan bangsa dan generasi penerus bangsa, pada tingkat dan taraf hidup yang lebih baik.

Melalui gerakan yang dibawanya keliling nusantara, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pelajar, pendidik, kiai, ustadz, tokoh masyarakat, simpatisan pendidikan dan penggiat pendidikan, untuk bersama-sama menggalakkan literasi, menumbuhkan semangat membaca dan menulis, yang beliau pahami bahwa kegiatan membaca adalah perintah pertama yang diterima oleh Rasulullah, namun seringkali diabaikan oleh umat Islam sendiri

Saya sendiri sebagai guru kelas yang menjadi anggota IGI secara mailing list sejak tahun 2008-an ( bukan secara struktur), mencoba untuk ikut andil program IGI yaitu dengan merancang buku saku membaca bagi siswa pada tahun 2013-2014 , adapun cara pengisiannya siswa diwajibkan membaca 1 minggu 1 buku lalu membuat sinopsisnya. Guru akan menilai sejauh mana kemampuan siswa dalam membaca dan merangkum point inti buku siswa.

silahkan cek format isi dan cover yang saya buat dibawah ini…

format-buku-sakunew-buku-saku

*Gerakan Literasi Sekolah dan Fish bone*

Kini setelah 3 tahun berlalu akhirnya model Gerakan Literasi ini menjadi bagian program pemerintah di level SD, menengah dan atas. Dan munculah banyak model cara siswa untuk menganalisis secara sederhana kajian suatu buku. Setelah sebelumnya menggunakan metode analisis rangkuman pada model teori Bloom, kini beberapa siswa diharapkan menggunakan diagram teknik analisis yang di temukan oleh Dr. Kaoru Ishikawa.

Ia adalah seorang ilmuwan jepang pada tahun 60-an. Lahir pada tahun 1915 di Tokyo Jepang, ia alumni teknik kimia Universitas Tokyo. Metode yang ia temukan sering juga disebut dengan diagram ishikawa.

Metode ini dikatakan diagram Fishbone (Tulang Ikan) karena memang didesain mirip dengan tulang ikan. Diagram ini akan menunjukkan sebuah dampak atau akibat dari sebuah permasalahan, dengan berbagai penyebabnya. Efek atau akibat dituliskan sebagai moncong kepala.

Sedangkan tulang ikan diisi oleh sebab-sebab sesuai dengan pendekatan permasalahannya. Dikatakan diagram Cause and Effect (Sebab dan Akibat) karena diagram tersebut menunjukkan hubungan antara sebab dan akibat. Berkaitan dengan pengendalian proses statistikal, diagram sebab-akibat dipergunakan untuk untuk menunjukkan faktor-faktor penyebab (sebab) dan karakteristik kualitas (akibat) yang disebabkan oleh faktor-faktor penyebab.

Memudahkan siswa

Untuk memudahkan bagi para guru dan siswa dalam merancang skema diagram Isikawa atau diagram Fish bone sesuai dengan format GLS versi siswa. Di template yang saya buat sederhana ini bisa di cetak dan disesuaikan untuk kawan-kawan semua.

tulang

con-brov

 

atau bisa didownload disini secara lengkap

atau buka link berikut http://www.4shared.com/rar/LEKvjqjtba/Format_GLS.html

Dengan begitu guru bisa langsung mencetak dan lembaran-lembaran tersebut bisa diserahkan siswa untuk selanjutnya di modifikasi sesuai dengan tema bacaan.

Saya selalu teringat pesan mentor saya saat masih menjadi aktivis di kampus dahulu, bahwa buku adalah bagian kecil dari skema perjuangan …..Baca… menulis…. dan bergeraklah !!!!!

Lawan !!!!

Selamat berkarya

Salam Blogger

*bang fajar*

Penulis adalah seorang guru di pinggiran kota

kunjungi artikel web ini di https://bangfajars.wordpress.com/2016/09/29/satria-dharma-gerakan-literasi-dan-fishbone/

Posted on 29/09/2016, in Education. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: