Curhat Pungli Lovers : “The Real Tax Amnesty Pemburu Waktu”

(artikel ini adalah fiksi belaka yang pasti bukan terjadi di Indonesia, saya serius loh!…)

money_handBeberapa hari lalu saya dapat Broadcast via WA yang isinya tentang pelarangan “Pungli” di level pendidikan. Jujur saya terenyuh dan menatap murka, sebagai aktivis pecinta Pungli WA itu adalah bohong belaka.

Kelian jangan sok bersih yach….percaya atau tidak, Pungli ini adalah warisan budaya Indonesia, Gak usah kaget apalagi gumoh, faktanya pungli ternyata mampu menggerakan roda ekonomi masyarakat. Dari mulai kaum marjinal sampai kaum yang memarjinalkan.

Saya dan beberapa rekan pungli lovers sejatinya akan mengajukan budaya Pungli ke badan internasional (UNESCO) tujuannya agar Pungli bisa resmi menjadi bagian dari budaya negara saya yang musti dilestarikan.

Jadi presiden gak usah sok-sokan bentuk sotgas, satgas segala. Kayak gak tahu aja kalau hidup kita (para pungli lovers) itu ya dari pungli dan banyak yang bergantung dan senang-senang aja akan keberadaan kita.

Percaya atau tidak, sebetulnya beberapa dari kelian-kelian semua gak bisa hidup tanpa adanya pungli, dan setiap adegan-adegan kehidupan yang kelian jalani semua selalu terkoneksi (ente pikir wifi) dengan pungli secara sadar atau sengaja tidak sadarkan diri, dari bayi hingga sampai jelang wafat.

Gak percaya ? nih buktinya

 *Masa persalinan*

Disaat masih kandungan kawan-kawan saya sesama pungli lovers sudah “bermain” sejak ibu dan ayah kelian mengurus surat proses kelahiran baik di puskesmas, klinik atau jelang mulai persalinan, biasanya alasan penarikan ini sebagai jasa imbalan kebersihan atau agar proses persalinan langsung cepat ditangani.

Kadang jika para bidan atau karyawan tersebut tidak “diberi” maka tunggu saja reaksinya dari mulai telat penanganan sampai kualitas persalinan yang semaunya.

Mau tali puser kita potong pakai beling…hih syerem…

*Bikin Akte kelahiran*

 Setelah brojol selanjutnya kita akan diwajibkan untuk membuat akte kelahiran di dinas kependudukan, bapak ibu kamu musti merogoh kantong agak dalam agar akte kamu bisa cepat jadi, “tarifnya” dari mulai 50 rb sampai 100 rb. Kalau gak gitu mungkin sampai kamu nikah kalian belum punya akte kelahiran saking luamanya …he3x..

 *Masuk sekolah*

Mau daftar sekolah? walau disekolah diisi para pahlawan tanda jasa kadang ada saja terselip pungli dari oknum kami yang meminta “jatah”, ya tujuannya agar anak mereka cepat bisa langsung duduk di kursi sekolah negri.

Alasannya paling klise ketika ditanya mengapa harus ada uang “plus-plus” pihak sekolah,  para pungli lovers selalu menjawab sejumlah uang itu disetorkan walimurid berdasarkan “persetujuan” oleh orang tua siswa.

kerenkan jawaban ngelesnya …

gak usah sedih ya yang gak punya uang.

Inilah hukum rimba dimana yang kuat akan menang …

 *Mau lulus sekolah*

Bahkan mau lulus aja masih kita pungli-in. Alasan adanya pungli bagi para pengelola sekolah bermacam-macam, ada yang alasan untuk jasa ambil ijasah

(menurut info kami dilapangan ijasah mahal karena guru-guru print out ijasah dilakukan di Eropa Selatan), dan alasan klise kedua adalah untuk membangun kelas baru dan buka bikin cabang di luar negri tepatnya di Uganda)

Tapi satu yang marak adalah permintaan sejumlah uang oleh oknum guru agar siswa tersebut bisa dilulus dengan NEM sangat tinggi dari kualitas aslinya, tujuannya apalagi kalau bukan agar siswa tersebut bisa diterima dijenjang sekolah yang favorit.

Ada slogan yang muncul dari para orang tua dan guru yaitu “Tekor gak apa yang penting nyohor ….”

Hajar mang!

Hayo siapa yang pernah kayak gini ? ngaku …he3x….

 *Mau masuk kerja*

Gak cuma dilingkungan sekolah, saat kalian mau kerja pun kadang ada pula para Pungli lovers yang meminta uang agar kalian bisa langsung masuk ke perusahaan tersebut tanpa proses wawancara, en “ospek” yang njelimet.

Gak usah mikiran tingkat kwalitas dan jebolan kampus ternama, selama uang mengalir maka pintu lowongan selalu terbuka.

Dan sudah bukan rahasia untuk menjadi pegawai negri, menjadi polisi, jadi tentara, kepala ini kepala itu serta jabatan publik lainnya dll kadang ada mahar yang perlu dikucurkan.

Bagi para pekerja yang “lolos” lalu bisa bekerja di kursi atau di instutusi yang empuk gara-gara uang pelicin ini, urusan dosa, halal, haram en neraka mah bodo amad …..kan pungli lovers ….

 *Mau nikah ? tetap kita pungli-in*

Untuk urusan nikah walau ada regulasi bea nikah diatur oleh PP No 47 tahun 2004 yang nominalnya hanya Rp.300.000,- sejatinya tidak dalam kenyataan, dengan alasan “transport” dan rute yang rumit ke lokasi, biaya penghulu akan membengkak. Seakan tahu sama tahu kedua pihak sudah saling “mengamini”.

Ente masa mau ijab kabulnya via teleconference gara-gara pelicinnya kurang ?…he3x…

 *Pungli di pemakaman*

Bahkan saat kalian akan dikuburkan para aktivis pungli tidak pernah berdiam diri, hal ini dikarenakan unsur “rumitisasi” yang ada dalam proses perizinan TPU.

Bagi para keluarga almarhumah semakin cepat sang mayit dikubur akan lebih baik dari pada mayat kelamaan di luar.

Dan praktik hampir di semua TPU melakukan hal yang sama, termasuk masa sewa makam yang sudah kadaluarsa atau telat dibayar, maka para pengurus TPU tak akan segan segan membongkar makam dan menimbunnya oleh makam para mayat newbie.

 *Tax Amnesty = Pungli ?*

Kelian pernah memperhatikan gak kalau sebetulnya pungli mirip dengan program Tax amnesty versi pemerintah. Tax amnesty sebetulnya adalah pajak pengampunan atau pengurangan pajak terhadap properti yang dimiliki oleh perusahaan atau perseorangan.

Tapi bagi para Pungli Lovers, pungli ini adalah “tax amesty” gaya baru yang harus dibayarkan dari sedikit total kekayaan yang ada didompet para pemburu waktu. Kalau ingin cepat maka ada “konswekwensi” yang harus dibayarkan. termasuk mempersingkat 2 kali lipat hal yang rumit menjadi lancar.

Tak dipungkiri kadang terjadi simbiosis mutualisme dalam dua pihak, karena mendapat keuntungan berlipat.

Sebetulnya sebagian para  pungli lovers tahu bahwa “kegiatan” tersebut merupakan dosa besar dan hina, sebagaimana menurut ulama besar, ahli sejarah sekaligus ahli hadist bernama Imam adz-Dzahabi, ia mengatakan bahwa pungutan liar adalah termasuk dosa besar.

Di antara dalil yang beliau bawakan untuk menunjukkan bahwa pungutan liar termasuk dalam kitab *Al Kabair* yaitu firman Allah Ta’ala.

 

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

 

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih” (QS. Asy Syura: 42).

Tapi namanya pungli lover urusan akherat mah bodo amad ….

Dah siapkan di siksa?

Jiah!

 

*Salam blogger*

*Bang fajar*

 

Penulis adalah seorang guru yang mengajar di sekolah mewah (mepet sawah) dipinggiran kota.

Baca artikel lainnya di https://bangfajars.wordpress.com

 

 

Posted on 29/11/2016, in 1. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: